PRIORITAS, 15/10/26 (Jakarta): Perubahan struktur kepemimpinan tertinggi di PT PLN (Persero) yang terkesan mendadak pada Rabu (15/10/26) malam, sebetulnya sudah tercium sejak Rabu siang.
Saat itu Presiden Prabowo memanggil Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, serta Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PT PLN (Persero) Suroso Isnandar.
Darmawan Prasodjo yang notabene menjabat Dirut PLN tidak dipanggil. βItu sudah sebuah pertanda bahwa Darmawan akan diganti. Penggantinya juga sudah jelas, yaitu Suroso Iskandar,β ujar sumberΒ Beritaprioritas.com dari kalangan pebisnis bidang kelistrikan Kamis (15/10/26).Β
Pada Kamis malam, Suroso Isnandar memang telah ditunjuk untuk menggantikan Darmawan Prasodjo sebagai Direktur Utama (Dirut) PT PLN (Persero), melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar Kamis malam.
RUPSLB berlangsung secara virtual via aplikasi Zoom Meeting diikuti jajaran direksi, komisaris, hingga perwakilan Badan Pengelola BUMN (BP BUMN).
Instruksi Presiden Prabowo
Dilansir dari situs resmi Presiden RI, presiden.go.id, Kamis (15/10/26), diketahui Presiden Prabowo Subianto secara tegas menginstruksikan percepatan transformasi menyeluruh pada PT PLN (Persero).
Langkah besar itu mencakup pembenahan model bisnis, peningkatan efisiensi dan produktivitas, hingga akselerasi penggunaan panel surya berkapasitas raksasa mencapai 100 gigawatt (GW) demi memperkuat ketahanan energi nasional.
Arahan krusial tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Negara dalam pertemuan bersama Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, serta Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PT PLN (Persero) Suroso Isnandar di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (14/10/26).
βKita membicarakan bagaimana pertama mengakselerasi transformasi di PLN untuk menjadi lebih baik, lebih cepat, lebih tanggap, dan juga mengakselerasi penggunaan 100 GW solar panel,β ujar Rosan Roeslani saat memberikan keterangan kepada awak media seusai pertemuan.
Rombak model bisnis, Danantara segera turun tangan
Menteri Rosan menjelaskan bahwa Presiden Prabowo menaruh perhatian khusus pada pembenahan model bisnis PLN. Rancangan cetak biru (blueprint) transformasi tersebut diminta untuk segera disusun dan dipaparkan langsung kepada Kepala Negara dalam waktu dekat agar bisa langsung dieksekusi.
Sebagai langkah konkret, Danantara (Daya Anagata Nusantara) akan segera berkoordinasi secara intensif dengan jajaran manajemen PLN guna melakukan kajian dan audit menyeluruh.
Sinergi ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional perusahaan secara signifikan, mendongkrak produktivitas penyediaan setrum nasional, serta menekan dan mengurangi beban subsidi listrik negara agar lebih tepat sasaran.
βKita akan revisit lagi, kita akan lihat lagi mengenai bisnis modelnya, bagaimana ini lebih tepatnya agar lebih efisien, lebih baik, dan juga berdampak positif terhadap perekonomian kita secara keseluruhan,β kata Rosan menambahkan.
PLN wajib perkuat 'backup plan' layanan kelistrikan
Selain fokus pada transisi ke energi hijau lewat panel surya 100 GW dan pembenahan finansial, Kepala Negara juga menyoroti aspek keandalan layanan kelistrikan di lapangan. PLN diwajibkan untuk memperkuat sistem kesiapsiagaan mereka dalam menghadapi berbagai kondisi darurat.
Pemerintah meminta PLN menyempurnakan rencana cadangan atau backup plan yang lebih solid guna meminimalisasi potensi gangguan listrik masif (blackout) di seluruh pelosok Indonesia.
Rosan memastikan bahwa PLN sebenarnya sudah memiliki mekanisme mitigasi krisis di internal perusahaan. Namun, melihat dinamika kebutuhan energi masyarakat dan industri yang semakin tinggi, sistem pertahanan kelistrikan tersebut mutlak harus diperbarui dan disempurnakan.
βPasti sudah ada, tapi yang itu perlu disempurnakanlah,β tegas Rosan menutup keterangannya. (P-*/ht)








