Lompat ke konten
Kamis, 15 Oktober 2026
Breaking
HEADLINE NEWSNASIONALEnergi & Sumber DayaPemerintahan

Dipanggil Presiden Prabowo ke Istana, Menko Bahlil laporkan RUU Migas hingga evaluasi 'Blackout'

Pertemuan juga membahas krisis BBM di Bali

Herling Tumbel3 menit baca
Bagikan
Dipanggil Presiden Prabowo ke Istana, Menko Bahlil laporkan RUU Migas hingga evaluasi 'Blackout'
Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, memberikan keterangan kepada awak media usai pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (14/10/26). (Courtesy: BPMI Setpres)

PRIORITAS, 15/10/26 (Jakarta): Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, ke Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu (14/10/26).

Dalam pertemuan strategis tersebut, Presiden Prabowo menerima laporan komprehensif mengenai penguatan tata kelola migas serta peningkatan layanan energi nasional.

Ada tiga poin utama yang dibahas dalam koordinasi tersebut, yaitu perkembangan Rancangan Undang-Undang Minyak dan Gas Bumi (RUU Migas), evaluasi gangguan kelistrikan (blackout) di sejumlah daerah, hingga kepastian kondisi pasokan bahan bakar minyak (BBM).

β€œSaya melaporkan beberapa perkembangan terkait dengan tadi saya mewakili Bapak Presiden di acara membuka Trade Expo yang ke-41 di Tangerang. Yang kedua, saya melaporkan perkembangan pembahasan RUU Migas kepada Bapak Presiden,” ujar Menko Bahlil kepada awak media seusai pertemuan.

Soroti gangguan listrik, Menko Bahlil evaluasi PLN

Terkait gangguan listrik atau blackout yang sempat terjadi di beberapa wilayah, Menko Bahlil menekankan perlunya peningkatan kualitas layanan kelistrikan bagi masyarakat secara intensif. Menurutnya, pembenahan teknis di tingkat implementasi merupakan tanggung jawab penuh dari PT PLN (Persero).

"Saya juga tadi menyampaikan karena diskusi tentang bagaimana cara agar beberapa daerah tentang listrik harus kita lakukan, apa namanya perbaikan yang lebih intensif lagi, agar bisa kita memberikan pelayanan yang terbaik untuk rakyat," ungkap Bahlil.

Secara khusus, Bahlil mengungkapkan bahwa gangguan kelistrikan di wilayah Batam dipicu oleh persoalan teknis, salah satunya akibat jaringan listrik yang terdampak petir.

Terkait langkah pemulihan dan kemungkinan pemberian kompensasi bagi pelanggan terdampak, Menko Bahlil menegaskan akan segera berkoordinasi dengan direksi PLN.

"Saya nanti akan bicarakan terlebih dahulu dengan teman-teman dari PLN, karena PLN yang paling tahu secara teknis implementasi di lapangan," imbuhnya, seperti dilansir dari siaran pers Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden (BPMI Setpres), Kamis (15/10/26).

Stok BBM nasional aman, kendala distribusi Bali diusut

Selain sektor kelistrikan, pertemuan tersebut juga merespons kendala distribusi BBM yang terjadi di Bali. Menko Bahlil mengonfirmasi bahwa Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, telah turun langsung ke Bali untuk memimpin penanganan di lapangan.

Bahlil juga menjadwalkan rapat khusus guna mendapatkan laporan update komprehensif mengenai hambatan jalur distribusi tersebut. Kendati terjadi kendala lokal di Bali, Menko Bahlil menjamin bahwa stok BBM nasional dalam kondisi yang sangat aman.

Saat ini, ketahanan pasokan BBM secara nasional berada di kisaran 16 hingga 18 hari. Bahlil menegaskan bahwa dinamika di lapangan murni merupakan masalah alur distribusi, bukan karena kelangkaan atau kekurangan stok nasional.

β€œKalau stok nasional itu kita di angka 16-18 hari, jadi masih clear, gak ada masalah secara stok nasional. Jadi distribusinya yang ada sedikit mengalami terkendala, itu yang sebentar saya akan rapat,” jelas Menko Bahlil. (P-*/ht)

Komentar

Rekomendasi untuk Anda

Pasang iklan Anda di sini

Jangkau pembaca Berita Prioritas melalui salah satu kanal berita paling aktif di wilayah ini.

Email Kami