Gali saluran air, teras rumah warga di Cengkareng ambruk

Khalied Malvino
Jumat, 2 Oktober 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 2/10/26 (Jakarta): Teras dan pagar rumah warga di Jalan Haji Sanusi, Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, ambruk secara mendadak. Insiden ini imbas proyek saluran air Cengkareng yang sedang berjalan di lokasi sekitar.


Peristiwa runtuhnya fasilitas rumah warga pada Kamis malam itu langsung menarik perhatian jajaran pemerintah setempat. Menanggapi laporan tersebut, Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Barat Mustajab bergerak cepat mengoordinasikan penanganan darurat bersama pengurus wilayah.

“Baik, sudah dikoordinasikan dengan RW, segera ditindaklanjuti,” ujar Mustajab melalui pesan singkat yang ia terima di Jakarta, Jumat.

Kesepakatan ganti rugi

Sementara itu, Camat Cengkareng Suhardin menjelaskan pihaknya mempertemukan pihak pemilik rumah dengan perwakilan perusahaan pelaksana proyek swasta. Melalui proses mediasi, kedua belah pihak mencapai kesepakatan damai terkait tangung jawab perbaikan kerusakan.


“Sudah terjadi kesepakatan dengan warga yang terdampak langsung ditindaklanjuti. Dari pihak vendor dan warga yang terkena dampak sudah ada kesepakatan,” kata Suhardin menegaskan situasi kondusif di lapangan.

Kesepakatan tersebut mewajibkan pihak vendor memulihkan kondisi fisik bangunan secara menyeluruh. Oleh karena itu, teras serta pagar rumah warga yang runtuh mengarah ke galian saluran akan segera berdiri kembali.

“Hasilnya akan dibangun kembali,” tambah Suhardin mempertegas komitmen vendor.

Penanganan dan pencegahan

Berdasarkan pantauan visual, pengerjaan saluran air itu berdampak langsung pada struktur teras satu unit rumah warga. Meskipun demikian, insiden tersebut tidak menjalar hingga merusak struktur utama bangunan besar.

Sebagai langkah antisipasi lanjutan, petugas teknis dari pihak vendor bersama Sudin SDA memasang sejumlah tonggak kayu pengaman. Selain itu, pengamanan ekstra tersebut melindungi bagian bawah pagar rumah-rumah lain di sepanjang jalur proyek agar insiden serupa tidak terulang.

Pemerintah daerah mencatat proyek pembangunan saluran air itu membentang sepanjang kurang lebih 684,4 meter. Dalam pelaksanaannya, kontraktor menggunakan material boks beton U-ditch berukuran 40×40 sentimeter serta 60×60 sentimeter untuk memperkuat infrastruktur drainase kawasan. (P-Ant/Khalied M)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan