
Ilustrasi ginjal sehat, organ penting yang berfungsi menyaring limbah dan menjaga keseimbangan cairan tubuh. (Courtesy: iStockphoto)PRIORITAS, 25/9/26 (Jakarta): Kebiasaan mengawali hari dengan minuman tepat sangat penting. Oleh karena itu, langkah ini menjaga kesehatan ginjal saat menyaring racun tubuh.

Selain itu, laporan medis siaran Health mengonfirmasi manfaat air putih. Pasalnya, cairan ini mengencerkan urine sekaligus menekan hormon perusak ginjal.
Selanjutnya, sajian kopi pagi hari sanggup menekan risiko penyakit ginjal. Namun, konsumsi kafein berlebihan tetap berisiko menaikkan tekanan darah.
Oleh sebab itu, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat membatasi kafein. Batas aman konsumsi harian berada pada angka 400 miligram.

Sebagai alternatif, teh hijau menyuplai senyawa polifenol rendah kafein. Bahkan, kandungan katekin di dalamnya ampuh meredakan peradangan pembuluh darah.
Demikian pula dengan teh hitam yang mengandung flavonoid tinggi. Akibatnya, konsumsi rutin teh terbukti menurunkan risiko cedera ginjal akut.
Di samping itu, olahan smoothie buatan sendiri menyuplai serat tinggi bagi tubuh. Hasilnya, makanan kaya serat efektif menekan potensi penyakit ginjal kronis.
“Secara umum, penelitian menunjukkan bahwa asupan protein nabati yang tinggi dapat menurunkan risiko penyakit ginjal kronis hingga 23 persen,” tulis laporan medis tersebut.
Bukan hanya itu, segelas susu kedelai tanpa pemanis menawarkan manfaat isoflavon nabati. Efeknya, kandungan ini memberi rasa kenyang lebih lama bagi tubuh.
Akan tetapi, penderita penyakit ginjal wajib berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Sebab, susu kedelai mengandung kalium serta fosfor tinggi.
Akhirnya, sebagai pelengkap nutrisi pagi, minuman fermentasi kefir menyumbang probiotik. Sebab, bakteri sehat ini efektif menyehatkan ekosistem pencernaan manusia. (P-*Ant/Khalied M)

