Magnet Alexandra Eala: Bagaimana bintang tenis Filipina satukan ribuan suporter di Singapura dan Nagoya

Rebecca Wilhelmina T
Jumat, 25 September 2026
3 menit membaca

PRIORITAS, 25/9/26 (Singapura-Nagoya): Jarak sekitar 5,000 kilometer yang memisahkan dua kota metropolitan Asia seolah lenyap seketika. Alexandra Eala – acap ditulis Alex Eala – bintang tenis global yang sedang naik daun asal Filipina, sukses menjembatani dunia tenis di Singapura dan Nagoya lewat pesona dan popularitasnya yang luar biasa. 21-27 Sept.


Meski langkahnya di Singapore Epen 2026 terhenti setelah kalah tipis 4-6, 7-5, 6-3 dari petenis Rusia Tatiana Prozorova, pada Kamis (24/9/26) kemarin, magnet Eala tidak memudar.

Kini, ia bersiap menempuh perjalanan udara menuju Jepang, di mana ribuan pasang mata sudah tidak sabar menanti aksi heroiknya di lapangan.

Alex Eala dipastikan bertanding mewakili Filipina dalam ajang Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang. Petenis peringkat 18 dunia ini secara khusus memilih untuk melewatkan turnamen wajib tur WTA (China Open) demi bisa membela negaranya di Asian Games.


Alex Eala bahkan datang sebagai unggulan pertama (top seed) pada nomor tunggal putri menyusul absennya sejumlah pemain top lain seperti Zheng Qinwen (China) dan petenis tuan rumah Jepang, Naomi Osaka.

Seluruh rangkaian turnamen tenis Asian Games 2026 akan berlangsung mulai 27 September hingga 3 Oktober 2026. Pertandingan akan digelar di Nagoya City Higashiyama Park Tennis Center.

Histeria di Singapura: Tiket habis dan latihan terbuka

Diterjemahkan dari sports.inquirer.net edisi Jumat (25/9/26), di OCBC Arena, Kallang, Singapura, euforia penonton sudah meledak bahkan sebelum petenis berusia 21 tahun ini mengayunkan raketnya.

Sesi tanya jawab membludak. Antusiasme yang luar biasa memaksa panitia memindahkan acara tanya jawab terbuka ke area yang jauh lebih besar. “Kalian semua sangat banyak!” seru Eala haru melihat lautan manusia yang hadir.

Tiket ludes terjual. Ketika jadwal tandingnya digeser ke hari Kamis, tiket untuk hari Rabu ternyata sudah kepalang habis terjual oleh penggemar yang mengira ia akan bermain.

Apresiasi untuk penggemar.  Sebagai gantinya, juara turnamen WTA ini menggelar sesi latihan terbuka selama 30 menit bersama pelatihnya, Sandro Viaene, dilanjutkan dengan sesi tanda tangan dan foto bersama.

Singapura sendiri merupakan rumah bagi lebih dari 220,000 pekerja migran Filipina (OFW), yang menjadikan Eala sebagai simbol kebanggaan nasional di perantauan.

Nagoya bersiap menyambut ‘Demam Eala’

Pindah 5,000 kilometer ke utara, atmosfer serupa telah bersiap menyelimuti Prefektur Aichi, Jepang. Nagoya City Higashiyama Park Tennis Center diprediksi akan berubah menjadi lautan penonton menjelang bergulirnya cabang tenis Asian Games.

Ketua Komisi Olahraga Filipina (PSC), Patrick Gregorio, mengungkapkan bahwa Gubernur Aichi, Hideaki Ohmura, telah mengonfirmasi wilayah industri pusat operasional Toyota ini sebagai kantong warga Filipina terbesar di Jepang.

Berdasarkan data sensus terbaru, terdapat hampir 48,708 warga Filipina di Prefektur Aichi. Lebih dari 11,000 orang di antaranya menetap langsung di kota Nagoya.

“Saya yakin rekan-rekan senegara kita di Jepang sangat antusias untuk menyaksikan Alex berlaga,” ujar Gregorio optimis.

Wajah baru tenis Filipina menuju Asian Games

Di usianya yang baru menginjak 21 tahun, Eala telah menjelma menjadi mesin penarik massa di tur WTA.

Kiprahnya melesat berkat kemenangan atas pemain peringkat 10 besar dunia, capaian bersejarah di Wimbledon, serta gelar juara WTA perdana yang baru saja diraihnya.

Kini, fokus Eala sepenuhnya tertuju pada babak pertama Asian Games yang dimulai hari Minggu nanti. Datang dengan modal medali perunggu pada edisi 2023 di Hangzhou, petenis muda ini bertekad mengukir prestasi yang lebih tinggi.

Bagi para pekerja migran, kehadiran Eala bukan sekadar tentang menang atau kalah di atas lapangan semen, melainkan obat rindu akan kampung halaman yang dihadirkan lewat olahraga. (P-*/rwt)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan