Teknologi Uwai Tuo Mannennungeng diintegrasikan ke program JIAT, Dinas SDABK Bone perkuat modernisasi sistem irigasi

Giovanni Riung
Kamis, 30 Juli 2026
Pendidikan 0 242
3 menit membaca

PRIORITAS, 30/7/26 (Bone): Upaya modernisasi pengelolaan irigasi di Kabupaten Bone memasuki babak baru. Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK) Kabupaten Bone resmi mengintegrasikan teknologi Uwai Tuo Mannennungeng, inovasi karya Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Unit Kegiatan Mahasiswa Keilmuan dan Penalaran Ilmiah Universitas Hasanuddin (UKM KPI Unhas), ke dalam Program Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT).

Integrasi tersebut telah memperoleh dasar hukum melalui Berita Acara Hasil Rapat Kerja Komisi Irigasi tentang Pengelolaan Aset Jaringan Irigasi Air Tanah Kewenangan Kabupaten Bone. Dokumen tersebut menjadi pijakan dalam penerapan teknologi pada sistem JIAT sekaligus membuka peluang pengembangannya di sejumlah jaringan irigasi lain di bawah kewenangan Pemerintah Kabupaten Bone.

Komitmen tersebut disampaikan dalam Rapat Pelaksanaan Operasi dan Pemeliharaan (O&P) Jaringan Irigasi Air Tanah yang digelar di Hotel Novena, Watampone, Kamis (30/7/2026). Pertemuan tersebut dihadiri oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang, jajaran Dinas SDABK Kabupaten Bone, petugas operasi daerah irigasi, serta perwakilan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A/GP3A).

Kepala Dinas SDABK Kabupaten Bone, Kasdar, ST., M.Si., mengatakan penerapan teknologi menjadi langkah strategis dalam mendukung pengelolaan irigasi yang lebih efisien sekaligus meningkatkan optimalisasi pemanfaatan infrastruktur yang telah dibangun pemerintah.

“Uwai Tuo Mannennungeng merupakan inovasi yang memiliki potensi besar untuk meningkatkan efisiensi penggunaan air dan mendukung keandalan jaringan irigasi. Melalui kesepakatan yang telah ditetapkan dalam Berita Acara Komisi Irigasi, kami siap mengimplementasikan teknologi ini dalam program JIAT serta mengembangkannya di wilayah lain sesuai kebutuhan,” ujar Kasdar.

Uwai Tuo Mannennungeng merupakan sistem irigasi berbasis Internet of Things (IoT) yang dikembangkan melalui program Smart Hydro Loop oleh Tim PPK Ormawa UKM KPI Unhas. Sistem tersebut mampu melakukan pemantauan kondisi lahan secara real time serta mengoptimalkan penggunaan air hingga 25 persen, sehingga diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan irigasi sekaligus produktivitas pertanian.

Ketua Tim PPK Ormawa UKM KPI Unhas 2026, Fadel Muhammad S., mengatakan inovasi tersebut dirancang untuk menjawab tantangan pengelolaan air yang semakin kompleks di sektor pertanian melalui pemanfaatan teknologi digital.

“Kepercayaan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Bone menjadi dorongan bagi kami untuk terus mengembangkan inovasi yang aplikatif. Kami berharap teknologi ini dapat mendukung pengelolaan irigasi yang lebih efektif dan memberikan manfaat nyata bagi petani di berbagai daerah,” kata Fadel.

Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas SDABK Kabupaten Bone, Sutamin, S.Si., M.Si., menilai pemanfaatan teknologi menjadi bagian penting dalam mewujudkan sistem irigasi yang lebih adaptif terhadap kebutuhan pertanian modern.

“Pembangunan infrastruktur perlu diiringi dengan penerapan inovasi agar manfaatnya semakin optimal. Uwai Tuo Mannennungeng menjadi salah satu teknologi yang kami nilai mampu mendukung peningkatan efisiensi pengelolaan air sekaligus memperkuat modernisasi sistem irigasi di Kabupaten Bone,” ujarnya.

Program Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) merupakan bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan, rehabilitasi, operasi, dan pemeliharaan jaringan irigasi. Melalui integrasi teknologi Uwai Tuo Mannennungeng, pemerintah daerah berharap pengelolaan jaringan irigasi dapat berlangsung lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan.

Kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Bone dan Universitas Hasanuddin menunjukkan pentingnya sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam menghasilkan inovasi yang dapat diterapkan secara langsung untuk mendukung pembangunan sektor pertanian. Implementasi teknologi Uwai Tuo Mannennungeng diharapkan menjadi contoh pengembangan irigasi cerdas yang dapat direplikasi di berbagai daerah di Indonesia. (P-*r/UKM KPI Unhas/Gio R)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025