
Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ahmad Luthfi.(JPNN.com)PRIORITAS, 30/7/26 (Jakarta): Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro bersama sejumlah pihak yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK tiba di gedung KPK, Jakarta Selatan, Rabu (29/7/26) malam. Mereka adalah pihak yang terkena OTT di Pemalang.
Noor Faizah Maenofie, salah satu yang dibawa, merupakan istri Bupati Pemalang. Pihak-pihak yang dibawa KPK itu langsung diboyong ke ruang pemeriksaan KPK. OTT ini berkaitan dengan penerimaan oleh Bupati Anom yang terkait dengan proyek.
“Adapun kegiatan penyelidikan tertutup yang dilakukan oleh tim KPK ini diduga berkaitan dengan penerimaan-penerimaan yang dilakukan oleh bupati berkaitan dengan proyek,” ujar jubir KPK Budi Prasetyo di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, dilansir detik.com, Rabu (29/726).
Namun pihak KPK belum menjelaskan korupsi proyek yang diduga dilakukan Anom. Temuan itu masih akan didalami penyelidik saat gelar perkara bersama pimpinan KPK.
“Apakah itu nanti konstruksi pasalnya adalah penyuapan ataupun pemerasan terkait dengan proyek-proyek di Kabupaten Pemalang, tentu nanti akan dipaparkan dan dibahas dalam ekspose,” jelasnya.
Dijelaskan Budi OTT Bupati Anom ini juga berkaitan dengan dugaan korupsi jual-beli jabatan “Selain itu, juga ada dugaan penerimaan yang dilakukan oleh bupati berkaitan dengan jual beli jabatan di lingkungan Pemkab Pemalang,” tambahnya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ahmad Luthfi, menanggapi kabar soal Bupati Pemalang yang terjaring OTT KPK. Ia menyatakan prihatin, mengingat sudah ada lima kepala daerah di Jateng yang terkena OTT KPK.
Menurut Luthfi, pihaknya menunggu keterangan resmi dari KPK. Namun, ia mengaku prihatin dan menyesal dengan adanya satu lagi kepala daerah di Jateng yang terkena OTT.
“Secara dinas, saya sebagai Gubernur sangat prihatin sekali dan sangat menyesal sekali yang sedalam-dalamnya,” ujar Luthfi saat ditemui di Kantor Gubernur Jateng, Rabu (29/7/26).(P-*am)