Luhut dan Menkes Budi percaya kerja sama dan teknologi AI jadi kunci pertumbuhan ekonomi RI

Zamir Ambia
Rabu, 24 Juni 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 24/6/26 (Jakarta): Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan pentingnya kolaborasi antarnegara dalam membangun ketahanan kesehatan kawasan. Menurutnya, pengalaman selama pandemi Covid-19 menunjukkan tidak ada negara yang dapat menghadapi krisis kesehatan global secara optimal tanpa kerja sama internasional.


Pernyataan tersebut disampaikan Luhut dalam forum tingkat tinggi Building Regional and Global Health Resilience in ASEAN: Vaccine Manufacturing and Pandemic Preparedness and Response (PPR) di Kantor Dewan Ekonomi Nasional, Jakarta, Rabu (24/6).

Luhut mengatakan pandemi Covid-19 menjadi pelajaran berharga bagi banyak negara, termasuk Indonesia. Ia menilai koordinasi dan kolaborasi regional menjadi faktor penting untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman pandemi pada masa mendatang.

“Pengalaman dari Covid, itu tanpa ada kerja sama tidak bisa perfect,” ujar Luhut dalam konferensi pers usai forum.


Selain membahas ketahanan kesehatan, Luhut menyoroti pentingnya pengembangan teknologi berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk mendukung transformasi ekonomi nasional. Menurutnya, pemanfaatan AI dapat meningkatkan efisiensi di berbagai sektor sekaligus mendorong produktivitas.

Ia menjelaskan pemerintah tengah mendorong pengembangan teknologi digital sebagai salah satu strategi mempercepat pertumbuhan ekonomi. Langkah tersebut sejalan dengan berbagai program transformasi digital dan inovasi teknologi yang tengah dijalankan pemerintah.

Luhut mengungkapkan dirinya telah berdiskusi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengenai prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia. Keduanya sepakat target pertumbuhan ekonomi sebesar delapan persen pada 2028 dapat dicapai melalui implementasi berbagai program strategis, termasuk pengembangan teknologi.

“Saya berbicara dengan Pak Budi bahwa kita sepakat ekonomi Indonesia bisa tumbuh delapan persen di 2028 dengan program yang diusulkan Pak Budi dan program Presiden mengenai pengembangan teknologi,” kata Luhut.

Menurut Luhut, program teknologi berbasis AI mendapat respons positif dari berbagai pihak. Ia optimistis penerapan teknologi tersebut akan memperkuat daya saing nasional, meningkatkan efisiensi, serta mendorong Indonesia menjadi negara dengan perekonomian yang lebih maju pada masa depan. “Program teknologi berbasis AI ini satu program, hampir semua orang yang saya temui sangat confidence kalau ini terjadi akan membuat Indonesia lebih bagus,” tuturnya. (P-*r/Zamir Ambia)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan