Presiden ingatkan ancaman hoaks digital, bisa guncang stabilitas negara

Johanes Christiaan
Rabu, 8 April 2026
1 menit membaca

PRIORITAS, 8/4/2026 (Jakarta): Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa penyebaran hoaks dan fitnah melalui media sosial berpotensi merusak suatu negara, terutama di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.


Dalam taklimat pada rapat kerja pemerintah bersama Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan, Rabu (8/4/2026), Presiden menyebut ancaman modern tidak lagi harus melalui kekuatan militer, tetapi bisa dilakukan lewat manipulasi informasi di ruang digital.

Menurutnya, kemajuan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) memungkinkan seseorang mengelola banyak akun sekaligus untuk menciptakan persepsi publik yang menyesatkan.

Fenomena ini dikenal sebagai echo chamber, di mana isu kecil dapat terlihat besar karena diperkuat secara masif.


“Ratusan hingga ribuan orang bisa membuat kehebohan yang seolah-olah datang dari banyak pihak,” ujar Presiden.

Prabowo menilai pola tersebut merupakan bentuk baru ancaman terhadap negara yang perlu diwaspadai oleh seluruh jajaran pemerintahan.

Sementara itu, sebagaimana dilansir Kantor Berita Antara, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI Angga Raka Prabowo menyampaikan bahwa pengarahan ini bertujuan menyamakan persepsi seluruh pejabat, mulai dari menteri hingga eselon I, agar pelaksanaan kebijakan berjalan selaras.

Dalam kesempatan itu, Presiden juga menyinggung berbagai tantangan global yang dihadapi Indonesia, seperti krisis pangan, energi, dan air, yang memerlukan respons terpadu dari seluruh elemen pemerintahan. (P-*/bwl)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan