‘Updated’! Korban gempa dahsyat M 7,4 Kolombia melonjak: 181 tewas, Pereira jadi ‘kota zombi’, AS kirim Rp275,9 M

Jeffrey Rawis
Selasa, 11 Agustus 2026
5 menit membaca

PRIORITAS, 11/8/26 (Bogota): Data terkini menyebutkan, jumlah korban tewas akibat gempa bumi dahsyat berkekuatan magnitudo 7,4 yang mengguncang Kolombia, Senin (10/8/26) waktu setempat meningkat menjadi sedikitnya 181 orang, menyebabkan ribuan bangunan di berbagai kota runtuh dan memicu operasi penyelamatan besar-besaran di sejumlah kota, menurut laporan media setempat, Selasa (11/8/26). Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump segera kirim bantuan Rp275,9 miliar untuk penampungan darurat, makanan dan perlindungan sementara.


Korban tewas akibat gempa M 7,4 di Kolombia melonjak menjadi 181 jiwa, sementara tim darurat terus mengevakuasi korban tertimbun di tengah kota. (Courtesy Beritasatu.com/AFP/Jaime Saldarriaga)

Dilapirkan, sedikitnya 1.310 orang juga terluka dalam bencana alam tersebut, menurut Asosiasi Ibu Kota Provinsi Kolombia.

Sementara itu, Cali dan Pereira menjadi kota yang mengalami kerusakan paling parah, dengan masing-masing 56 dan 66 bangunan runtuh.

Tercatat di Cali jumlah korban tewas tertinggi di antara kota-kota terdampak, yakni 95 orang, disusul Pereira dengan 72 orang. Cali juga mencatat 885 orang terluka.


Beberapa kota, antara lain Quibdo, Cali, Manizales, Pereira, dan Armenia berada dalam status siaga merah akibat bencana tersebut.

AS kirim bantuan darurat

Laporan lain dari Washington D.C, Amerika Serikat (AS), Departemen Luar Negeri AS, Senin (10/8/26) waktu settmpat, mengumumkan bantuan darurat senilai 15,5 juta dollar AS (sekitar Rp275,9 miliar) untuk Kolombia setelah gempa dahsyat bermagnitudo 7,4 itu.

“Setelah gempa bumi dahsyat bermagnitudo 7,4 yang terjadi hari ini di berbagai wilayah Kolombia, pemerintahan Trump berkomitmen memberikan dana sebesar 15,5 juta dolar AS untuk tempat penampungan darurat, makanan, perlindungan, dan penilaian kerusakan akibat gempa,” tulis Deplu AS dalam unggahan di platform media sosial AS, X.

“Kami bersatu dalam doa bersama rakyat Kolombia dan siap mendukung Presiden Abelardo de la Espriella serta pemerintahannya saat mereka menilai kebutuhan di lapangan,” tambah departemen tersebut.p, dikutip media.

Sebuah bangunan peribadatan tua bersejarah juga terdampak. (AGK/Andres Valencia/Courtesy Koran Jakarta).

Penerbangan dihentikan

Sementara itu, semua penerbangan di Bandara Pereira, Manizales, Quibdo, Armenia, Cartago, dan Buenaventura masih dihentikan.

Disebutkan pula, sebelumnya pada Senin, Presiden Abelardo De La Espriella mengatakan kepada wartawan, bencana tersebut merusak 1.575 rumah, dengan 37 di antaranya hancur total, 61 bangunan runtuh, 18 pusat kesehatan rusak, 52 pusat pendidikan rusak, 17 pusat komunitas rusak, dan 18 ruas jalan terdampak.

Terkait itu, pemerintah Kolombia telah menetapkan status bencana nasional untuk memperkuat mobilisasi dan koordinasi kapasitas kelembagaan dalam menangani keadaan darurat.

Kronologis gempa

Diketahui, gempa terjadi pada pukul 07.34 waktu setempat (12.34 GMT/pukul 19:34 WIB), dengan pusat gempa berada sekitar 5 kilometer (3,1 mil) di sebelah timur Kota San Jose del Palmar, menurut data Survei Geologi Amerika Serikat (USGS). Lembaga tersebut melaporkan gempa terjadi pada kedalaman 107 kilometer (66,5 mil).

Lalu gempa susulan berkekuatan magnitudo 5,0 terjadi pada pukul 08.18 waktu setempat (13.18 GMT/pukul 20:18 WIB), sekitar 16 kilometer (9,9 mil) di sebelah barat San Jose del Palmar.

Adapun kotapraja yang berada di wilayah administratif Choco tersebut berpenduduk sekitar 4.800 jiwa dan terletak pada ketinggian 1.288 meter (4.225 kaki) di atas permukaan laut. Demikian Antara mengutip Anadolu yang terpantau Beritaprioritas.com.

Tim penyelamat terpaksa gunakan tangan kosong

Sebelumnya, seperti dikutip Beritasatu.com dari AFP, proses evakuasi dan pencarian korban selamat pasca-gempa bumi dahsyat berkekuatan magnitudo 7,4 yang mengguncang Kolombia terus berlanjut hingga Selasa (11/8/026) pagi waktu setempat. Tim penyelamat bersama ratusan relawan terpaksa menggunakan tangan kosong dan alat seadanya demi membongkar puing-puing beton demi menyelamatkan warga yang masih tertimbun di bawah reruntuhan gedung.

Adapun dampak kehancuran paling parah terkonsentrasi di empat wilayah utama, yaitu Cali, Pereira, Manizales, dan Quibdo, dengan total sedikitnya 165 bangunan dilaporkan roboh total. Menanggapi situasi kritis ini, Presiden Kolombia yang baru saja menjabat selama tiga hari, Abelardo de la Espriella, langsung menetapkan status tanggap darurat nasional dan mengerahkan seluruh kekuatan militer untuk membantu evakuasi.

Pereira menyerupai  kota zombi yang mati

Pereira, salah satu kota terdampak paling parah, dilaporkan lumpuh total dan gelap gulita akibat terputusnya aliran listrik tak lama setelah gempa terjadi pada Senin pagi. Kondisi mencekam pasca-gempa digambarkan oleh salah satu warga setempat, Juan David Gaitan, yang menyebut wilayah tempat tinggalnya kini berubah drastis menyerupai sebuah kota zombi yang mati dan porak-poranda.

“Kepanikan luar biasa juga terjadi di kota Quibdo, di mana jaringan komunikasi dan fasilitas publik dilaporkan terputus sepenuhnya. Sejumlah saksi mata menyebutkan bahwa guncangan hebat yang terjadi tiba-tiba membuat warga panik menyelematkan diri secara spontan, bahkan ada yang nekat melompat dari lantai dua rumah mereka demi menghindari reruntuhan atap,” tulis AFP.

Pergeseran patahan dalam di lempeng tektonik Nazca.

Jika ditinjau dari sisi geologis, para ahli dari Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) menjelaskan bahwa gempa berkedalaman 110 kilometer ini dipicu oleh pergeseran patahan dalam di lempeng tektonik Nazca. Meskipun berpusat di wilayah barat Kolombia, getaran masif dari gempa ini juga dirasakan kuat oleh penduduk di ibu kota Bogota, bahkan hingga merembet ke negara tetangga seperti Ekuador dan Panama.

Menjadi langkah antisipasi terhadap potensi jatuhnya korban susulan dan penjarahan, pemerintah setempat langsung memberlakukan jam malam di kota Cali serta menempatkan rumah sakit di lima kota besar dalam status siaga satu. Selain itu, otoritas penerbangan sipil Kolombia terpaksa menutup sementara operasional di enam bandara domestik karena adanya keretakan pada infrastruktur landasan.

Kini gelombang solidaritas dan bantuan internasional mulai mengalir deras untuk membantu proses pemulihan Kolombia, mulai dari pemanfaatan satelit pemantau Copernicus milik Uni Eropa hingga dana darurat sebesar 15,5 juta dolar AS dari Amerika Serikat. Diva pop internasional asal Kolombia, Shakira, juga turut menyerukan pesan persatuan melalui media sosialnya guna menguatkan hati para korban di tanah airnya. (P-*/jr)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan