Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar. (BPMI Setpres)PRIORITAS, 5/3/2026 (Jakarta): Nasaruddin Umar melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto terkait sejumlah persiapan menjelang Idulfitri 2026, termasuk pengaturan pelaksanaan malam takbiran yang waktunya berdekatan dengan peringatan Hari Raya Nyepi di Bali.
Informasi yang diperoleh dari Sekretariat Negara, Kamis (5/3/2026) menyebutkan, hal tersebut disampaikan Menteri Agama usai pertemuan dengan Presiden di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu.
Dalam keterangannya kepada awak media, Menag menjelaskan bahwa pemerintah telah mengantisipasi potensi dinamika yang muncul akibat berdekatannya dua perayaan keagamaan tersebut. Koordinasi pun telah dilakukan dengan pemerintah daerah serta tokoh masyarakat di Bali untuk menjaga keharmonisan antarumat beragama.
“Saya juga melaporkan persiapan Lebaran akan datang karena di beberapa tempat tanggal 19 itu kan Hari Nyepi. Hari Nyepi kita tahu tidak boleh ada suara berisik, tidak boleh ada kendaraan dan sebagainya, padahal malam itu juga ada teman-teman kita takbir,” ujar Nasaruddin.
Ia menuturkan bahwa hasil koordinasi menunjukkan adanya kesepakatan bersama agar kedua perayaan tetap dapat berlangsung dengan saling menghormati. Pemerintah bersama tokoh masyarakat di Bali telah menyepakati mekanisme pelaksanaan takbiran yang menyesuaikan dengan ketentuan Nyepi.
“Alhamdulillah kami melaporkan kepada Bapak Presiden sudah ada kesepakatan dengan pemerintah setempat dan tokoh masyarakat di Bali bahwa takbir itu tidak bertentangan dengan Nyepi. Nyepi berjalan, takbir juga berjalan, cuma tidak memakai sound system dan waktunya dibatasi dari jam 18.00 sampai jam 21.00,” jelasnya.
Selain itu, Nasaruddin Umar juga menyinggung kemungkinan perbedaan penetapan Idulfitri di Indonesia. Menurutnya, perbedaan tersebut merupakan hal yang lazim terjadi dan akan diputuskan melalui sidang isbat pemerintah.
“Perbedaan itu kita terima sebagai sesuatu yang biasa di Indonesia. Nanti kita akan lihat melalui sidang isbat untuk menentukan kapan pastinya Idulfitri,” kata Menag.
Ia menegaskan, pemerintah akan terus berupaya menjaga suasana toleransi dan kerukunan antarumat beragama, terutama ketika perayaan keagamaan berlangsung dalam waktu yang berdekatan.
Momentum berdekatan antara Nyepi dan malam takbiran, menurutnya, menjadi contoh nyata kuatnya toleransi dan kerukunan masyarakat Indonesia yang perlu terus dijaga dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.(P-*/bwl)