Rancangan Victoria Beckham untuk musim Semi 2027, merayakan kebebasan bergerak dan siluet yang tidak membatasi gerak

Rebecca Wilhelmina T
Minggu, 4 Oktober 2026
4 menit membaca

PRIORITAS, 3/9/26 (Miami, AS): Mantan vokalis “Spice Girl” yang banting setir menjadi fashion designer, Victoria Beckham, memperkenalkan rancangan untuk musim semi 2027 (Maret-Mei).

Istri legenda sepakbola Inggris, David Beckham, itu dalam beberapa tahun terakhir sudah bermukim di Miami, Amerika Serikat, mengikuti sang suami yang mengelola klub sepakbola Inter Miami FC. Klub tersebut berlaga di Major League Soccer (MLS) AS. Sebelumnya, pasangan selebritas tersebut tinggal di Inggris.

Penulis mode media fashion internasional “Vogue”,  Kristina Mikulić Gazdović, membahasnya melalui vogueadria.com edisi akhir pekan ini, sebagaimana dilansir Beritaprioritas.com.

Nyaman, bebas bergerak

Menurut saya, kekuatan desain Victoria Beckham (VB) terletak pada kenyataan bahwa seorang wanita yang mengenakan busana VB akan merasa nyaman, bebas bergerak, tampil luar biasa cantik, sekaligus memancarkan aura penuh kuasa.

Semangat ini berlanjut hingga musim Semi/Panas 2027, saat sang desainer mengeksplorasi kebebasan melalui gerak, dengan mengambil inspirasi dari gaya tari yang benar-benar baru dan radikal pada era 1920-an.

Dengan menolak batasan-batasan balet klasik, para penari di era tersebut merangkul hubungan yang lebih bebas dengan tubuh mereka, serta mengaburkan batas antara koreografi, seni lukis, dan ekspresi.

Padu-padan antara gaun yang sensual, ringan, dan transparan dengan jaket oversized berstruktur kokoh dan berkerah ala aristokrat. menandai hadirnya nuansa gaya baru dalam visi Victoria Beckham.

Ini adalah sosok wanita yang menganggap kemudahan bergerak dan kenyamanan sama pentingnya dengan penampilan yang memukau. Mulai dari suasana kantor hingga acara koktail, ia memiliki beragam pilihan busana.

Seolah-olah Victoria memutuskan untuk menghadirkan visinya tentang koleksi pakaian esensial (capsule wardrobe), namun untungnya bagi kita, tanpa batasan warna yang membosankan seperti hitam, putih, dan abu-abu. Dan setiap potong busananya pun memancarkan nuansa sensualitas yang kental.

Pada gaun-gaunnya, hal itu tercermin melalui pemilihan bahan, tekstur, dan aksen potongan (cut-out) yang ditempatkan secara cermat. Sementara pada jaket, siluet yang lebih menarik—dengan penekanan pada bahu dan pinggang serta aksen potongan di sekitar lengan—menjadi daya tarik utamanya.

Di sisi lain, setelan jas dengan potongan sempurna terasa seperti investasi busana abadi yang tak lekang oleh waktu, namun tetap mempertahankan sentuhan feminin khas yang menjadi ciri khas Mrs. Beckham.

Visi Victoria mengenai sosok wanita tetaplah kuat, percaya diri, ekspresif, dan bebas bergerak tanpa batasan., (Courtesy: vogueadria.com)Untuk musim Semi/Panas 2027, Victoria menghadirkan detail jahitan cerdas lainnya: gaun dan rok berbahan georgette yang ringan dan transparan kini menampilkan untaian manik-manik kecil sebagai pengganti kelim bawah (hemline) konvensional.

Unsur artistik di sini sepenuhnya mendukung keleluasaan gerak: saat kain transparan itu tersingkap lembut dan melambai di sekeliling tubuh, manik-manik yang berbobot memberikan sensasi berat yang tak terduga—bahkan menyerupai karya seni pahat—pada bagian paling bawah siluet busana.

Dalam setiap langkah, bagian bawah busana menciptakan ritme gerakan yang unik, memadukan sensasi tekstur dan dinamika secara harmonis dan sempurna.

Koleksi lainnya menghadirkan dialog langsung antara seni lukis dan gestur tarian, menerjemahkan motif secara langsung dari kanvas ke atas kain. Motif bunga dan gambar burung yang sedang berciuman—semuanya dilukis dengan tangan—menghiasi kreasi-kreasi yang luwes.

Sementara potongan latar belakang potret yang kaya warna dari era 1920-an diaplikasikan pada gaun crêpe yang jatuh dengan indah serta pakaian rajut.

Garis-garis asimetris, aksen potongan (cut-out) yang dirancang cermat, dan konstruksi yang imajinatif menonjolkan sekaligus membebaskan siluet tubuh wanita.

Jaket. 

Kontras terhadap gaun-gaun yang tampak ringan dan anggun hadir melalui jaket berbahan berat dan berstruktur tegas, yang dilengkapi kerah mencolok bergaya aristokrat.

Busana ini berfungsi layaknya pelindung tubuh (armor) bergaya modern—dengan bahu yang tegas dan pinggang yang ramping—namun tetap nyaman tanpa kesan kaku atau membatasi gerak.

Victoria kembali menghadirkan ciri khasnya berupa belahan pada lengan, yang memungkinkan lengan baju terbuka dan menjuntai layaknya jubah (cape), menciptakan perpaduan menarik antara konstruksi yang kokoh dan kebebasan bergerak di setiap langkah.

Sepatu.

Meski tas yang mencolok biasanya menjadi pusat perhatian setiap musim, alas kaki dalam koleksi ini dipastikan akan memikat banyak orang. Sekilas, desainnya tampak sederhana dan serbaguna untuk dipadukan dengan busana apa pun.

Dari depan, sepatu ini samar-samar mengingatkan pada model slingback Manolo Blahnik favorit Anna Wintour—namun saat dilihat dari samping, hak sepatu yang “tak terlihat” menghadirkan sentuhan khas Victoria.

Siluetnya selaras sempurna dengan tema koleksi yang mengusung kesan ringan dan keseimbangan yang bebas, serta pastinya akan menarik perhatian siapa pun yang melihatnya. (P-*/rwt)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025