Data bongkar muat pelabuhan Sulawesi Tengah. (Ilustrasi/AI)PRIORITAS, 4/10/26 (Palu): Aktivitas logistik melalui jalur laut di Sulawesi Tengah menunjukkan pertumbuhan signifikan. Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tengah mencatat volume bongkar muat barang angkutan laut dalam negeri mencapai 109,18 ribu ton pada Agustus 2026.
Angka tersebut melonjak 67,33 persen dibandingkan Agustus 2025 yang tercatat sebesar 65,25 ribu ton. Pertumbuhan ini menunjukkan semakin tingginya aktivitas distribusi barang melalui pelabuhan di wilayah Sulawesi Tengah.
Kepala BPS Sulawesi Tengah Daryanto mengatakan total aktivitas tersebut terdiri atas 80,56 ribu ton barang bongkar dan 28,62 ribu ton barang muat.
Jika dibandingkan dengan kondisi pada Juli 2026, volume barang yang dibongkar pada Agustus juga mengalami peningkatan cukup besar.
BPS mencatat volume bongkar barang naik 14,67 persen, dari 70,25 ribu ton pada Juli menjadi 80,56 ribu ton pada Agustus 2026.
Peningkatan tersebut terutama terlihat pada sejumlah pelabuhan yang menjadi bagian penting dalam jaringan distribusi barang di Sulawesi Tengah. Salah satu kenaikan paling mencolok terjadi di Pelabuhan Pantoloan.
Volume bongkar barang di Pelabuhan Pantoloan melonjak 545,64 persen, dari hanya 1,65 ribu ton pada Juli menjadi 10,65 ribu ton pada Agustus 2026.
Lonjakan tersebut menjadi salah satu indikator meningkatnya aktivitas bongkar barang melalui pelabuhan utama di wilayah Kota Palu dan sekitarnya.
Meski Pantoloan mencatat pertumbuhan paling tinggi, kawasan pelabuhan Donggala masih menjadi penyumbang terbesar terhadap aktivitas bongkar maupun muat barang di Sulawesi Tengah.
Pada Agustus 2026, aktivitas bongkar barang di kawasan Donggala mencapai 55,45 ribu ton. Sementara volume barang dari kawasan tersebut tercatat sebanyak 24,63 ribu ton.
Besarnya aktivitas di kawasan Donggala menunjukkan posisi strategis wilayah tersebut dalam mendukung distribusi barang melalui jalur laut di Sulawesi Tengah.
Secara kumulatif, kinerja angkutan barang laut juga memperlihatkan tren positif. BPS mencatat arus bongkar muat barang sepanjang Januari hingga Agustus 2026 tumbuh 48,18 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Pertumbuhan tidak hanya terjadi pada angkutan barang. Mobilitas masyarakat melalui transportasi laut di Sulawesi Tengah juga mengalami peningkatan pada Agustus 2026.
BPS mencatat jumlah penumpang angkutan laut mencapai 19,23 ribu orang pada Agustus. Jumlah tersebut meningkat 11,97 persen dibandingkan Juli yang sebanyak 17,17 ribu orang.
Jika dibandingkan dengan Agustus 2025, jumlah penumpang bahkan mengalami pertumbuhan 46,38 persen.
Perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa jalur laut masih memiliki peran penting dalam menopang mobilitas masyarakat sekaligus distribusi barang di Sulawesi Tengah.
Pertumbuhan aktivitas pelabuhan juga sejalan dengan perkembangan transportasi laut Sulteng yang pada bulan-bulan sebelumnya menunjukkan fluktuasi, tetapi kembali menguat memasuki pertengahan 2026. BPS sebelumnya mencatat frekuensi pelayaran dan jumlah penumpang laut mengalami peningkatan pada Juni 2026.
Dengan pertumbuhan bongkar muat hingga puluhan persen secara tahunan, perkembangan tersebut menjadi salah satu indikator penting bagi pergerakan ekonomi daerah. Aktivitas pelabuhan yang semakin tinggi sekaligus memperkuat posisi transportasi laut sebagai bagian penting dari rantai pasok dan distribusi barang di Sulawesi Tengah. (P-*/Ant/sm)