Lompat ke konten
Minggu, 18 Oktober 2026
Breaking
DAERAHBencana

Peringatan keras! Karangetang meletus, ESDM: Jangan nekat masuk zona bahaya!

Semuel Muhaling1 menit baca
Bagikan
Gunung Karangetang meletus
Gunung Karangetang di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro. ('Courtesy' Antara/Karel A Polakitan)

Lava pijar dan banjir lahar gunung Karangetang masih mengancam

PRIORITAS, 14/7/26 (Sitaro): Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meminta masyarakat mematuhi radius bahaya Gunung Karangetang setelah erupsi yang terjadi di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Minggu (12/7), pukul 19.14 WITA. Meski status gunung masih berada pada Level II (Waspada), potensi bahaya masih mengintai di sekitar puncak dan jalur aliran lava.

ESDM tegaskan warga jangan masuk zona terlarang

Badan Geologi Kementerian ESDM mengingatkan warga, wisatawan, dan pendaki agar tidak beraktivitas di kawasan rawan bencana. Juga meminta masyarakat menjauhi radius 1,5 kilometer dari kawah utama di sisi selatan dan kawah II di sisi utara.

Selain itu, warga juga harus menghindari sektor barat daya dan selatan hingga radius 2,5 kilometer karena material vulkanik berpotensi melewati wilayah tersebut.

Lava dan guguran masih mengancam

Melansir AntaraNews, Selasa (14/7/26), ESDM menjelaskan, erupsi efusif mendominasa karakter Gunung Karangetang. Aktivitas ini dapat memicu keluarnya lava pijar yang meluncur melalui lembah-lembah di sekitar gunung.

Potensi guguran material vulkanik tetap tinggi. Karena itu, ESDM meminta masyarakat tidak mendekati area yang berpotensi menjadi jalur aliran lava maupun material panas lainnya.

Waspadai lahar saat hujan turun

Ancaman tidak hanya datang dari erupsi. Warga yang tinggal di sepanjang sungai berhulu di Gunung Karangetang juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap banjir lahar ketika hujan mengguyur kawasan puncak.

Material vulkanik yang menumpuk di lereng dapat terbawa aliran air dan mengancam permukiman di hilir.

Jangan percaya hoaks, ikuti informasi resmi

ESDM mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Juga meminta warga mengikuti perkembangan dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA), PVMBG, BPBD, dan pemerintah daerah.

Koordinasi antarlembaga terus dilakukan untuk memantau perkembangan aktivitas Gunung Karangetang dan memastikan keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas. (P-sm)

Komentar

Rekomendasi untuk Anda

Pasang iklan Anda di sini

Jangkau pembaca Berita Prioritas melalui salah satu kanal berita paling aktif di wilayah ini.

Email Kami