PRIORITAS, 18/10/2026 (Sigi, Sulteng): PT PLN (Persero) melalui PLN Nusa Daya mulai mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel Sidera (PLTD Sidera) tahap pertama dengan kapasitas 20 megawatt (MW) di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Pembangkit ini diharapkan memperkuat pasokan listrik sekaligus meningkatkan keandalan sistem interkoneksi kelistrikan hingga Sulawesi Selatan.
Direktur Operasi dan Pengembangan Usaha PT PLN Nusa Daya, Chaidar Syaifullah, mengatakan pengoperasian PLTD Sidera merupakan langkah percepatan untuk mengantisipasi kerawanan pasokan listrik yang berpotensi memicu pemadaman di wilayah Sulawesi Tengah.
Menurut Chaidar, pembangkit tersebut tidak hanya berfungsi menambah pasokan listrik dalam jangka pendek, tetapi juga dapat menjadi sumber daya cadangan strategis ketika kebutuhan listrik meningkat pada masa mendatang.
“Keberadaan PLTD ini ke depan juga bisa dialihfungsikan sebagai cadangan strategis jika beban puncak, setelah adanya pembangkit listrik dari Energi Baru Terbarukan (EBT) di Sulteng,” kata Chaidar di Sidera, Sabtu (17/10/2026).
PLTD Sidera Dibangun untuk Percepat Penguatan Pasokan Listrik
Chaidar menjelaskan, percepatan pembangunan PLTD Sidera dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan listrik masyarakat dan urgensi penguatan sistem kelistrikan regional.
Ia membandingkan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), yang dapat membutuhkan waktu sekitar tujuh bulan, dengan pembangunan PLTD yang bisa diselesaikan jauh lebih cepat.
Menurut dia, percepatan pembangunan PLTD Sidera menjadi salah satu solusi untuk mengurangi kerawanan pasokan listrik, sembari pemerintah dan PLN mengembangkan sumber energi lain, termasuk energi baru terbarukan.
PLTD tersebut diharapkan dapat beroperasi selama 24 jam untuk membantu memenuhi kebutuhan listrik masyarakat. Kehadirannya juga ditujukan untuk mengurangi durasi pemadaman di sejumlah wilayah yang terdampak keterbatasan pasokan.
Kapasitas PLTD Sidera Ditargetkan Mencapai 50 MW
Pada tahap pertama, PLTD Sidera didukung dua klaster mesin pembangkit yang masing-masing memiliki kapasitas 10 MW. Infrastruktur tersebut mencakup total 12 unit mesin pembangkit dan 12 unit transformator berkapasitas masing-masing 2.500 kilovolt ampere (kVA).
Dengan demikian, kapasitas yang telah beroperasi pada tahap awal mencapai 20 MW. PLN selanjutnya merencanakan penambahan kapasitas melalui pembangunan klaster ketiga dan keempat.
Klaster ketiga direncanakan memiliki kapasitas 15 MW dengan target pengoperasian pada 10 November 2026. Sementara itu, klaster keempat juga berkapasitas 15 MW dan ditargetkan beroperasi pada 30 November 2026.
Apabila seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal, total kapasitas PLTD Sidera akan mencapai 50 MW pada akhir November 2026.
Perkuat Interkoneksi Kelistrikan Sulawesi
Pengoperasian PLTD Sidera menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem kelistrikan di Sulawesi, termasuk interkoneksi antara Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan.
Penambahan kapasitas pembangkit diharapkan membantu menjaga keseimbangan pasokan dan kebutuhan listrik, terutama ketika konsumsi meningkat atau pembangkit lain mengalami keterbatasan produksi.
Selain menopang kebutuhan rumah tangga, penguatan sistem kelistrikan juga penting untuk mendukung aktivitas ekonomi, pelayanan publik, serta kegiatan industri yang membutuhkan pasokan energi stabil.
PLN berharap pengoperasian PLTD Sidera dapat memberikan manfaat langsung bagi pelanggan, terutama melalui peningkatan keandalan pasokan dan berkurangnya gangguan kelistrikan di Sulawesi Tengah.
Dengan pengembangan hingga kapasitas 50 MW, PLTD Sidera diproyeksikan menjadi salah satu infrastruktur pendukung dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan regional, sembari pengembangan energi baru terbarukan terus didorong di Sulawesi Tengah. (P-*/Ant/sm)








