Ekspor ikan Batam terus naik, 2026 ditargetkan tembus 6.500 ton

Johanes Christiaan
Minggu, 1 Maret 2026
Ekonomi 0 285
2 menit membaca

PRIORITAS, 1/3/2026 (Batam): Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Perikanan (Diskan) menargetkan ekspor ikan ke Singapura mencapai 6.500 ton dengan nilai transaksi diperkirakan Rp270 miliar pada tahun 2026. Target ini meningkat dibanding realisasi 2025 yang mencapai 6.406 ton dengan nilai Rp263,56 miliar.

Kepala Diskan Kota Batam, Yudi Admajianto, mengatakan peningkatan target tersebut disusun berdasarkan potensi produksi serta hasil pembinaan pemerintah daerah kepada nelayan dan pelaku usaha perikanan.

“Di 2025, Alhamdulillah mencapai target. Karena itu kami naikkan target 2026 menjadi 6.500 ton dengan transaksi Rp270 miliar,” ujarnya dalam keterangannya diterima di Batam, Minggu (1/3/2026).

Data Diskan Batam menunjukkan tren ekspor yang terus meningkat: pada 2024, ekspor ikan mencapai 5.414 ton dengan nilai Rp232,68 miliar; meningkat signifikan di tahun 2025. Yudi menyebut ada tiga faktor utama yang memengaruhi tren positif tersebut, yakni meningkatnya produksi nelayan, naiknya permintaan dari Singapura, serta stabilnya harga ikan ekspor.

Komoditas yang paling diminati pasar Singapura antara lain kerapu, kakap, kaci, tenggiri, dingkis, udang vaname, sotong, kepiting/rajungan, hingga lobster. Khusus ikan dingkis, permintaan melonjak saat perayaan Imlek.

Yudi menegaskan, volume ekspor tetap bergantung pada musim tangkapan dan kondisi angin. Adapun hasil perikanan tangkap masih menjadi dominasi ekspor, sementara produk budidaya lebih banyak menyasar pasar domestik, kecuali beberapa komoditas seperti udang vaname yang berorientasi ekspor.

Dengan tren yang terus naik, Diskan Batam optimistis sektor perikanan akan tetap menjadi penopang ekonomi daerah, khususnya dalam perdagangan ekspor ke Singapura. (P-Jeff K)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025