Jelang pemilihan presiden Barcelona, Laporta buka rahasia kepergian Messi dari ‘blaugrana’

Wolter Rumapar
Rabu, 25 Februari 2026
BOLA 0 350
2 menit membaca

PRIORITAS, 25/2/26 (Barcelona): Jelang pemilihan presiden Barcelona yang dijadwalkan berlangsung 15 Maret mendatang, Joan Laporta akhirnya mengungkap cerita lengkap di balik kepergian Lionel Messi dari Barcelona pada 2021.

Laporta telah mengundurkan diri dari jabatan presiden sejak 9 Februari lalu. Langkah ini diambil agar ia dapat fokus pada kampanye pemilihan ulang, sesuai statuta klub. Selama masa transisi, Wakil Presiden Rafa Yuste ditunjuk sebagai presiden sementara. Ia akan menjalankan fungsi administratif hingga presiden terpilih dilantik pada 1 Juli 2026.

Ungkapan mantan presiden Barcelona tersebut disampaikan melaui buku terbarunya berjudul Así salvamos al Barça atau ‘Beginilah Cara Kami Menyelamatkan Barca’. Dalam buku tersebut, Laporta menjelaskan bahwa kepergian Messi bukan keputusan yang mudah. Saat itu, Barcelona sedang mengalami krisis keuangan yang sangat berat.

Kondisi tersebut membuat klub kesulitan memenuhi aturan batas gaji yang ditetapkan liga. Dikutip dari Bein Sports, Laporta menyebut ada dua momen penting ketika klub mencoba mempertahankan Messi. Pertama, pada tahun 2021. Manajemen merancang kontrak jangka panjang yang unik.

Messi tetap di Barcelona

Rencananya, Messi tetap bermain untuk Barcelona dalam beberapa tahun pertama, lalu melanjutkan kariernya di Major League Soccer (MLS). Skema ini dibuat agar beban gaji bisa dibagi dan klub tetap bisa mempertahankan sang legenda.
Laporta mengakui negosiasi berjalan alot. Ayah Messi, Jorge Messi, disebut cukup terbuka dalam pembicaraan.

Namun, tuntutan finansial dari pihak Messi tetap tinggi, sehingga kesepakatan sulit tercapai.Kedua, pada musim panas 2023. Setelah Messi meninggalkan Paris Saint-Germain (PSG), Barcelona kembali mencoba memulangkannya. Namun, aturan ketat dari LaLiga terkait batas gaji serta tekanan finansial lain membuat transfer itu kembali gagal terwujud.

Menurut Laporta, klub sudah mencoba semua cara yang memungkinkan sebelum akhirnya harus merelakan kepergian Messi. Ia menegaskan bahwa keputusan tersebut bukan karena kurangnya keinginan mempertahankan sang pemain, melainkan situasi keuangan yang tidak memungkinkan.

Kini, hampir lima tahun setelah perpisahan itu, Laporta berharap para pendukung memahami bahwa manajemen telah melakukan upaya terbaik demi masa depan klub seperti dikutip CNNIndonesia.com. Kepergian Messi memang menandai berakhirnya sebuah era besar dalam sejarah Barcelona. Namun bagi Laporta, langkah sulit itu adalah bagian dari proses menyelamatkan klub agar tetap bisa bersaing di level tertinggi. (P-wr)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025