Lompat ke konten
Minggu, 18 Oktober 2026
Breaking
EKBISHEADLINE NEWSINTERNASIONALNASIONALPertanianNEWS

Kejutan! Malaysia nego 500 ribu ton beras RI, nilai transaksi diperkirakan capai Rp8 triliun

Semuel Muhaling2 menit baca
Bagikan
Malaysia impor beras RI
Dirut Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memberikan penjelasan di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (22/5).(Courtesy: kompas.com/Syakirun Ni'am)

PRIORITAS, 22/5/26 (Jakarta): Pemerintah Malaysia melalui sejumlah pengusahanya dikabarkan tengah melakukan negosiasi impor sebanyak 500.000 ton beras premium dari Indonesia dengan estimasi nilai transaksi mencapai Rp8 triliun.

Rencana kerja sama tersebut muncul di tengah meningkatnya stok cadangan beras nasional yang saat ini tersimpan di gudang Perum Bulog.

Baca juga:Β Heboh! Pemerintah akan pakai radar dan satelit militer untuk intai aset koruptor

Malaysia tawar harga Rp16.000 per kilogram

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, membenarkan adanya komitmen awal terkait rencana impor tersebut usai pertemuan dengan pihak Malaysia di Surabaya, Jawa Timur.

Menurut Rizal, pihak Malaysia menawarkan harga awal sekitar Rp16.000 per kilogram atau setara 3,7 Ringgit Malaysia untuk beras premium pecahan 5 persen.

β€œYa betul, untuk penawaran awal dari pihak Malaysia adalah sekitar Rp 16.000 per kilogram,” ujar Rizal sebagaimana dilansir dari Kompas.com.

β€œSudah ada kesepakatan awal. Mereka akan mengimpor sekitar 500.000 ton,” tambah Rizal.

Potensi ekspor ke Malaysia bernilai fantastis

Jika kesepakatan tercapai, ekspor beras Indonesia ke Malaysia diperkirakan menghasilkan transaksi hingga Rp8 triliun. Nilai tersebut dinilai menjadi peluang besar bagi penguatan sektor pangan nasional sekaligus membuka pasar ekspor baru bagi Indonesia.

Saat ini, proses negosiasi masih berlangsung, terutama terkait penentuan harga final dan skema distribusi pengiriman beras.

Bulog siapkan jalur distribusi ke Sarawak

Untuk mematangkan aspek teknis logistik, pihak Bulog disebut akan mengirim tim direksi dan staf ke Sarawak, Malaysia, guna mengkaji jalur pengiriman terbaik.

Salah satu opsi yang dipertimbangkan yakni distribusi darat melalui Kalimantan Barat, mulai dari Pontianak menuju Entikong hingga masuk ke wilayah Sarawak.

Amran: Pengusaha Malaysia sudah lama bermitra

Sebelumnya, Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, mengungkapkan bahwa pengusaha Malaysia yang mengajukan pembelian beras tersebut merupakan mitra lama Indonesia dalam perdagangan komoditas pangan, termasuk impor jagung.

Rencana ekspor ini pun dinilai menjadi sinyal positif atas meningkatnya daya saing produksi pangan nasional di pasar regional. (P-*r/Kps/sm)

Komentar

Rekomendasi untuk Anda

Pasang iklan Anda di sini

Jangkau pembaca Berita Prioritas melalui salah satu kanal berita paling aktif di wilayah ini.

Email Kami