PRIORITAS, 22/5/26 (Jakarta): Pemerintah disebut akan memanfaatkan satelit militer canggih untuk melacak aset hasil korupsi hingga dugaan manipulasi lahan oleh pengusaha nakal. Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan, perkembangan teknologi saat ini memungkinkan pemerintah memantau berbagai penyimpangan secara lebih cepat dan detail.
Satelit militer dipakai memburu aset tersembunyi
Dalam Rapat Paripurna ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025β2026 terkait penyampaian KEM-PPKF RAPBN 2027 di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026 lalu, Presiden menyampaikan peringatan keras kepada pejabat maupun pelaku usaha yang mencoba bermain-main dengan hukum.
Menurut Prabowo, pemerintah kini memiliki kemampuan pengawasan yang jauh lebih modern dibanding sebelumnya. Salah satunya melalui pemanfaatan radar penembus tanah yang biasa digunakan dalam operasi militer.
Teknologi tersebut, kata dia, dapat dipakai untuk mendeteksi bunker maupun lokasi penyimpanan aset yang disembunyikan di bawah tanah.
βKalau sekarang ada pejabat yang masih korupsi, cepat ketahuan,β ujar Prabowo seperti disisarkan TVR Parlemen.
Satelit akan pantau perkebunan dan manipulasi lahan
Selain radar, pemerintah juga berencana memanfaatkan satelit untuk mengawasi aktivitas perkebunan berskala besar. Teknologi pencitraan satelit disebut mampu memotret area perkebunan secara detail hingga tingkat per pohon.
Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah praktik manipulasi pajak, penyalahgunaan izin lahan, maupun dugaan penggelapan aset negara yang selama ini sulit terdeteksi lewat pemeriksaan konvensional.
Presiden menegaskan bahwa kemajuan teknologi membuat berbagai bentuk penyimpangan kini lebih mudah dilacak oleh negara.
Presiden soroti masih maraknya korupsi
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga mengaku prihatin karena praktik korupsi masih ditemukan di kalangan pejabat. Ia menilai, pengawasan berbasis teknologi menjadi salah satu langkah strategis untuk mempersempit ruang gerak pelaku korupsi maupun pengusaha yang merugikan negara.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa pemerintah akan memperkuat sistem pemantauan aset dan pengawasan sumber daya nasional dengan dukungan teknologi pertahanan dan satelit modern. (P-*r/sm)








