Lompat ke konten
Minggu, 18 Oktober 2026
Breaking
DAERAHLingkungan

Warga Nekat Memancing di Dekat Buaya, Pemprov Sulteng Keluarkan Peringatan Keras!

Semuel Muhaling2 menit baca
Bagikan
Buaya di Sungai Palu
Seekor buaya liar mengintai mangsa di bantaran Sungai Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (4/2/2023). (Arsip Antara/Basri Marzuki)

PRIORITAS, 18/10/2026 (Palu): Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mengimbau warga agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kemunculan buaya muara Sungai Palu di sepanjang perairan Teluk Palu.

Pemerintah meminta masyarakat menghindari aktivitas di kawasan rawan buaya demi mencegah serangan yang dapat mengancam keselamatan jiwa.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Tengah, Yopie Morya Imanuel Pattiro, menyampaikan imbauan tersebut di Palu, Sabtu (17/10/2026). Ia mengatakan pemerintah terus mengingatkan warga agar menjauhi perairan yang rawan kemunculan buaya.

β€œPeringatan telah berulang kali disampaikan supaya warga berhati-hati dan tidak melakukan aktivitas di wilayah perairan yang rawan kemunculan buaya,” ujarnya.

Warga Memancing di Dekat Buaya di Muara Sungai Palu

Imbauan tersebut muncul setelah sejumlah warga nekat memancing ikan di kawasan Muara Sungai Palu. Lokasinya berada di bawah Jembatan IV Palu.

Rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan sejumlah warga turun ke sungai untuk memancing. Mereka berdiri berjejer di perairan tersebut.

Dalam rekaman itu, beberapa ekor buaya terlihat muncul tidak jauh dari posisi warga. Situasi tersebut menunjukkan risiko keselamatan bagi masyarakat yang beraktivitas di kawasan itu.

Yopie menegaskan, perairan Sungai Palu hingga Teluk Palu merupakan habitat alami buaya. Karena itu, masyarakat perlu memperhatikan peringatan pemerintah dan menghindari lokasi yang berisiko.

Serangan Buaya Pernah Merenggut Nyawa Warga

Yopie menjelaskan, larangan beraktivitas di kawasan rawan buaya berkaitan dengan sejumlah insiden serangan yang menimbulkan korban jiwa.

Ia meminta masyarakat mengutamakan keselamatan ketika beraktivitas di sekitar sungai maupun pesisir. Warga juga harus segera meninggalkan lokasi jika melihat buaya di dekat tempat mereka beraktivitas.

Salah satu insiden terjadi pada Maret 2025. Saat itu, seorang warga berinisial S, berusia 51 tahun, dilaporkan meninggal dunia akibat serangan buaya.

Peristiwa tersebut terjadi ketika korban berenang di kawasan Kampung Nelayan, Pantai Talise. Buaya menerkam korban dan menyeretnya ke tengah laut.

Papan Peringatan Dipasang di Kawasan Rawan

Menurut Yopie, insiden tersebut merupakan satu dari sejumlah konflik antara manusia dan buaya di kawasan Teluk Palu.

Pemerintah telah memasang papan informasi mengenai bahaya buaya di sejumlah titik. Papan tersebut berada di sekitar muara sungai hingga kawasan teluk.

Pemerintah mengimbau warga agar tidak mengabaikan peringatan tersebut. Masyarakat juga perlu menghindari aktivitas di perairan yang menjadi habitat buaya, terutama ketika melihat kemunculan satwa itu.

Warga yang hendak memancing, berenang, atau melakukan kegiatan lain di sekitar muara sungai dan pesisir perlu mengutamakan keselamatan. Menghindari lokasi kemunculan buaya menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko serangan. (P-*/Ant/sm)

Komentar

Rekomendasi untuk Anda

Pasang iklan Anda di sini

Jangkau pembaca Berita Prioritas melalui salah satu kanal berita paling aktif di wilayah ini.

Email Kami