PRIORITAS, 8/7/26 (Kyiv) :
Krisis kelangkaan bahan bakar minyak makin parah terjadi di Rusia akibat serangan masif Ukraina terhadap puluhan kilang minyak.
Pasukan Ukraina juga menyerang 21 kapal termasuk 19 tanker minyak Rusia untuk memutus rantai keuangan pemerintah Presiden Vladimir Putin.
Menurut laporan yang dikutip Beritaprioritas.com dari Ukraina Now dan Kyiv Independent, Ukraina sudah meledakkan lebih dari 15 kilang minyak utama Rusia dengan serangan drone pengebom jarak jauh.
"Hari ini, sanksi jarak jauh kami telah mencapai wilayah Saratov, Tatarstan, dan Bashkortostan", kata Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky mengonfirmasi serangan terhadap kilang minyak Rusia.
Jarak dari garis depan Ukraina ke kilang-kilang itu sangat jauh.
Kilang minyak Saratov sekitar 800 kilometer, kilang minyak Tatarstan sekitar 1400 kilometer dan 1500 kilometer ke Bashkortostan.
"Serangan juga mencapai wilayah Voronezh, yang berjarak sekitar 300 kilometer dari perbatasan kami", tambah Zelenskyy.
“Ukraina dengan sepenuh hati membalas Rusia atas serangannya terhadap negara kami dan upayanya untuk memperpanjang perang. Orang Rusia harus merasakan bahwa negara mereka sedang melancarkan perang ini,” tegas Zelenskyy.
Serangan terhadap puluhan kapal tanker dan kilang minyak tersebut semakin memperparah krisis kelangkaan bahan bakar minyak di Rusia.
Sumber-sumber di Rusia menyebut rakyat semakin marah terhadap Presiden Putin yang masih mengobarkan perang dengan Ukraina.
Ketika serangan drone Ukraina melumpuhkan pasokan bahan bakar Rusia, Moskow menghadapi 'krisis demi krisis'
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy mengakui kampanye Ukraina melumpuhkan industri minyak Rusia adalah sebagai "sanksi jarak jauh Ukraina" .
Serangan itu telah membuat hampir semua kilang minyak utama di seluruh negara itu menjadi sasaran drone jarak jauh Ukraina.
Kampanye ini telah menyebabkan krisis bahan bakar besar di Rusia, yang membuat pengendara Rusia menghadapi antrean panjang untuk mendapatkan bahan bakar dan penangguhan ekspor bensin dan bahan bakar jet tempur.
Kilang terbesar hancur
Kilang minyak utama Rusia di NPP Kstovo, dilaporkan terbakar hebat dan hancur akibat serangan Ukraina.
Ini adalah kilang minyak terbesar keempat di Rusia, yang memproduksi sekitar 11% dari total bensin di Rusia.
Wilayah Moskow adalah pasar utamanya. NPP Kstovo memasok sekitar sepertiga dari kebutuhan bahan bakar Moskow.
Ukraina juga menyerang terminal minyak di Saint Petersburg.
Kepala staf Menteri Pertahanan, Sergei Sternenko, mengatakan bahwa sebuah kebakaran besar terjadi di lokasi serangan tersebut.
Terminal minyak Saint Petersburg merupakan salah satu yang terbesar di wilayah Baltik.
Terdapat 21 tangki penyimpanan produk minyak di sana, dengan kapasitas throughput sebesar 12,5 juta ton per tahun.
Pasukan SSO Ukraina juga menyerang sebuah kilang minyak di Omsk, hampir 2.500 kilometer (sekitar 1.550 mil) dari perbatasan Ukraina.
Selain itu, militer Ukraina melancarkan serangan terhadap kilang minyak kota Yaroslavl, menurut saluran media Telegram Rusia.
21 Kapal Rusia diserang
Selama 72 jam terakhir, pasukan Ukraina juga telah menyerang 21 kapal Rusia, termasuk 19 kapal tanker armada bayangan, satu kapal kargo, dan satu feri di Kerch, Krimea.
Laporan resmi dan database maritim (seperti Equasis) kapal-kapal itu antara lain Venus III (atau Venera-3) — tanker ~7.100 dwt, built 2011.
Sanar-1 — tanker ~5.420 dwt, built 2004.
Sanar-17 — tanker ~7.000 dwt, built 2012.
Teti — tanker ~7.500 dwt, built 2010.
Aleksey Savrasov (Alexei Savrasov) — tanker ~7.013 dwt, built 2013.
Penelope (Penelopa) — tanker ~7.500 dwt, built 2010.
Climene (Klimena / Klymena) — tanker ~5.600 dwt, built 2006.
Ivan Cheremisinov — dredger ~1.635 dwt, built 2002 (bukan tanker).
Selain itu, ada laporan penyerangan sebelumnya termasuk Captain Barmin dan Sanar-4.
Serangan terbesar
Moskow melaporkan serangan drone terbesar Ukraina dalam 2 tahun terakhir Selasa malam, dengan lebih dari 400 kendaraan udara tak berawak (UAV) atau drone Ukraina diluncurkan ke arah wilayah Moskow.
"Dari sore hingga pukul 06.00 (03.00 GMT), lebih dari 430 drone terbang menuju wilayah Moskow. Sebagian besar dinetralisir oleh pasukan pertahanan udara pada jarak yang cukup jauh. Tiga puluh enam UAV musuh dihancurkan saat mendekati Moskow," kata Walikota Moskow, Sergei Sobyanin, di media sosial.
Serangan terbesar sebelumnya terjadi pada tanggal 4 Juli, ketika lebih dari 200 drone diluncurkan ke arah wilayah Moskow.
Tidak ada laporan langsung mengenai korban jiwa atau kerusakan signifikan di Moskow.
Zelensky mengonfirmasi serangan yang sukses terhadap target penting di Saint Petersburg, Rusia.
"Pasukan pertahanan Ukraina telah menyerang infrastruktur minyak pelabuhan, yang menghasilkan uang untuk perang Rusia, dan juga ada serangan terhadap Kronstadt, yang merupakan target militer penting," kata presiden Ukraina.
Jarak dari perbatasan negara Ukraina - lebih dari 850 kilometer.
Ukraina juga melancarkan gelombang serangan terhadap mesin perang Rusia, menyerang dua pabrik pertahanan, sebuah depot bahan bakar di lapangan terbang Belgorod, dan dua jembatan kereta api di Krimea yang diduduki.
Target-target tersebut digunakan untuk memproduksi senjata dan mengangkut pasukan, bahan bakar, dan amunisi Rusia ke garis depan. (P-*r/Jeffry W).








