Rusia sengaja serang perusahaan minyak AS di Ukraina

Jeffry Wuisan
Selasa, 6 Januari 2026
3 menit membaca

PRIORITAS, 6/1/26 (Kyiv): Presiden Rusia dituduh sengaja memerintahkan penyerangan terhadap perusahaan minyak nabati Amerika Serikat (AS) di Ukraina, saat utusan AS dan 27 pemimpin Eropa melakukan pembicaraan perdamaian penting di Paris, Perancis.

Negosiator senior Donald Trump, Steve Witkoff dan Jared Kushner, bertemu dengan presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan sekutu Eropa Kyiv di Paris.

Pertemuan mereka adalah bagian dari upaya terbaru untuk mencapai kesepakatan perdamaian atau penghentian perang Ukraina dan Rusia, lapor Kyiv Independent seperti dikutip Beritaprioritas.com, hari Selasa (6/1/2026).

Mereka berusaha menyelesaikan proposal tentang jaminan keamanan yang dapat diajukan ke Rusia.

Isu-isu utama dalam pembicaraan tersebut meliputi negara mana yang siap mengerahkan pasukan penjaga perdamaian dan apa wewenang dari pasukan yang mengawasi gencatan senjata.

Rusia sendiri telah menyatakan tidak akan menerima pasukan dari negara-negara NATO di wilayah Ukraina.

Pemandangan tumpahan minyak di pabrik AS di Ukraina, akibat serangan Rusia (united24media)

Sengaja mengganggu

Presiden Rusia Vladimir Putin dituduh sengaja menargetkan bisnis AS di Ukraina dengan tujuan untuk mengganggu pertemuan di Paris.

Menteri Luar Negeri Ukraina,  Andrii Sybiha, mengatakan Rusia sengaja dan berulang kali menyerang fasilitas yang dioperasikan produsen pertanian besar AS, Bunge.

“Serangan Putin terhadap bisnis Amerika dan kepentingan Amerika di Ukraina menunjukkan pengabaiannya sepenuhnya terhadap upaya perdamaian yang dipimpin oleh Presiden Donald Trump ,” kata Andrii Sybiha.

Akibat serangan Rusia terhadap pabrik minyak biji matahari milik AS di Dnipro itu, telah menyebabkan tumpahan sebanyak 300 ton ke jalan-jalan kota.

Pejabat kota Dnipro memperkirakan tumpahan tersebut akan mengganggu lalu lintas selama beberapa hari.

Menurut pernyataan Walikota Dnipro, Borys Filatov, di Telegram, serangan itu menargetkan fasilitas milik Bunge, sebuah perusahaan agribisnis yang berkantor pusat di St. Louis, Missouri.

Serangan ini bukanlah kesalahan melainkan disengaja.

Layanan darurat setempat telah menyebarkan pasir dan campuran penyerap untuk menahan tumpahan minyak.

Selain tumpahan minyak, serangan itu memicu kebakaran di lokasi tersebut dan merusak beberapa kendaraan serta saluran listrik di dekatnya, menurut administrasi militer regional.

Bunge adalah salah satu dari beberapa perusahaan internasional yang beroperasi di wilayah tersebut, dan kehadirannya telah memainkan peran kunci dalam perekonomian ekspor pertanian Ukraina.

 Pabrik Flex

Ini bukan kali pertama bisnis AS di Ukraina menjadi sasaran serangan Rusia. Awal Agustus lalu, serangan rudal Rusia menghantam pabrik Flex di Mukachevo, Ukraina barat, merusak salah satu investasi bisnis AS terbesar di wilayah tersebut.

Pabrik American Flex, di Mukachevo, wilayah Zakarpattia, Ukraina, terbakar dihantam rudal Rusia pada 21 Agustus 2025 .(united24media)

Menurut Kamar Dagang Amerika di Ukraina, serangan itu dipandang sebagai serangan langsung terhadap kepentingan bisnis Amerika.

Flex mengkonfirmasi beberapa orang terluka, dengan enam orang dirawat di rumah sakit, dan menekankan fasilitas tersebut hanya memproduksi barang-barang sipil seperti mesin kopi.

Pada Juni 2025, serangan rudal Rusia juga menyebabkan kerusakan signifikan pada gedung perkantoran yang digunakan perusahaan kedirgantaraan Boeing, yang berbasis di AS di Kyiv.

Gedung tersebut termasuk di antara beberapa lokasi komersial yang terkena serangan udara besar-besaran di ibu kota.

Boeing, yang telah beroperasi di Ukraina selama bertahun-tahun dalam kemitraan dengan produsen pesawat Antonov.(P-Jeffry W)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025