Lompat ke konten
Selasa, 13 Oktober 2026
Breaking
HEADLINE NEWSINTERNASIONALNEWS

Mesir siap dukung Arab Saudi hadapi serangan teroris Houthi

Termasuk dukungan militer, pertimbangkan gabung 'Pakta Pertahanan Bersama Mekah'

Manuella Julietta3 menit baca
Bagikan
Mesir siap dukung Arab Saudi hadapi serangan teroris Houthi
Kelompok Houthi bersenjata berkumpul di Alun-alun Sabeen untuk menggelar demonstrasi guna mendukung pernyataan pemimpin Houthi di Yaman, Abdul Malik al-Houthi, di Sanaa, Yaman, pada 17 Juli 2026 lalu. (Courtesy Antara/Mohammed Hamoud - Anadolu Agency)

PRIORITAS, 13/10/26 (Bangkok): Kepada Bloomberg Television saat ditanya mengenai kemungkinan Mesir memberikan dukungan militer kepada Arab Saudi memerangi teroris Houthi, Menteri Luar Negeri Badr Abdelatty pada Selasa (13/10/26) mengatakan bahwa negaranya siap memberikan dukungan dalam bentuk apa pun. Termasuk kemungkinan dukungan militer, juga pertimbangkan gabung 'Pakta Pertahanan Bersama Mekah'.

Sikap siaga ini dinyatakannya di tengah meningkatnya serangan Houthi, yang dicap petinggi Arab Saudi sebagai kelompok teroris. Diketahui, Houthi merupakan milisi dukungan Iran. Sama seperti Hizbullah di Lebanon dan Hamas di Gaza yang dilibas Israel.

“Apa pun yang diminta pihak Saudi, tentu kami akan merespons,” tegas Abdelatty.

“Tanpa ragu, kami memberikan segala bentuk dukungan,” lanjutnya dalam wawancara di sela pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) di Bangkok pada 12-18 Oktober ini.

'Pakta Pertahanan Bersama Mekah'

Juga Abdelatty mengatakan, Mesir tengah serius mempertimbangkan untuk bergabung dalam Pakta 'Pertahanan Bersama Mekah' yang saat ini melibatkan Arab Saudi, Turkiye, dan Pakistan.

“Masalah ini sedang dipertimbangkan secara serius oleh pihak Mesir,” katanya meyakinkan.

Diketahui, oakta tersebut ditandatangani di Mekah pada 7 Agustus oleh Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan, dan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif.

Adapun kesepakatan itu menetapkan bahwa serangan bersenjata terhadap salah satu dari tiga negara akan dianggap sebagai serangan terhadap seluruh anggota pakta.

Namun, Turkiye mengatakan kesepakatan tersebut bersifat defensif, tidak menargetkan negara mana pun, serta terbuka bagi negara-negara sahabat lainnya.

Mempercepat pengerahan pasukan dan kemampuan militer

Selanjutnya, pada 5 Oktober, aliansi tersebut sepakat untuk segera menerapkan komitmen pertahanan bersama menyusul meningkatnya serangan Houthi terhadap Arab Saudi.

Juga, mereka sepakat mengambil langkah untuk mempercepat pengerahan pasukan dan kemampuan militer yang telah disepakati ke Arab Saudi.

Adapun pernyataan Abdelatty disampaikan setelah meningkatnya serangan Rudal dan pesawat nirawak Houthi terhadap sejumlah bandara dan fasilitas lain di Arab Saudi.

Lantas Turkiye, Mesir, Pakistan, dan Arab Saudi pada Minggu mengeluarkan pernyataan bersama yang mengecam serangan tersebut dan menegaskan dukungan terhadap langkah sah Riyadh untuk menghadapi dan mencegah serangan.

Disebutkan pula, pernyataan itu dikeluarkan setelah serangan Houthi terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh yang menewaskan 13 orang dan melukai 309 lainnya.

Di bulan September, Kairo menyatakan keamanan nasional Mesir dan Arab Saudi “saling terkait dan tidak dapat dipisahkan”. Mesir juga memperingatkan serangan Houthi yang berkelanjutan dapat memicu ketegangan yang lebih luas di kawasan.

Diketahui, demikian Antara melansir Anadolu, Yaman telah dilanda konflik sejak Houthi merebut ibu kota Sanaa dan sejumlah provinsi pada September 2014. Kondisi tersebut mendorong koalisi pimpinan Arab Saudi melakukan intervensi pada Maret 2015 untuk mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional. 

Pihak Arab Saudi melalui sejumlah petingginya mengutuk serangan itu, dan menudingnya sebagai kejahatan perang, serta mencap kelompok milisi ini sebagai teroris. (P-*/man)

Komentar

Rekomendasi untuk Anda

Pasang iklan Anda di sini

Jangkau pembaca Berita Prioritas melalui salah satu kanal berita paling aktif di wilayah ini.

Email Kami