Kilang minyak terbesar Rusia terbakar diserang militer Ukraina

Jeffry Wuisan
Minggu, 14 Desember 2025
2 menit membaca

PRIORITAS, 12/12/25 (Kyiv): Militer Ukraina menyerang salah satu kilang minyak terbesar Rusia di Yaroslavl hingga terbakar hebat.


Dalam siaran video akun Astra di Telegram, memperlihatkan api berkobar di kilang minyak Slavneft-YANOS di Yaroslavl, Rusia, menyusul serangan pesawat tak berawak Ukraina pada malam hari .

“Kilang minyak di Yaroslavl itu, salah satu dari lima kilang terbesar Rusia, dilaporkan terbakar setelah dihantam serangan pesawat tak berawak pada malam”, kata para pejabat dan saluran Telegram lokal, seperti dikutip Beritaprioritas.com, hari Minggu (14/12/25).

Warga melaporkan setidaknya tujuh ledakan di lokasi itu, diikuti laporan kebakaran di kilang Slavneft-YANOS, yang terletak lebih dari 700 kilometer (435 mil) dari perbatasan Ukraina.


Intelijen sumber terbuka (OSINT) mengatakan fasilitas itu telah diserang Ukraina, sementara Gubernur Yaroslavl Mikhail Yevrayev sebelumnya telah memperingatkan adanya ancaman drone di wilayah tersebut.

Astra, sebuah saluran Telegram independen yang berbasis di Rusia, memposting foto dan video kebakaran yang sedang berlangsung di fasilitas tersebut pada pagi hari.

Pabrik Slavneft-YANOS adalah produsen utama bahan bakar termasuk bensin, diesel, dan bahan bakar jet, dengan kapasitas pengolahan sekitar 15 juta ton minyak mentah per tahun.

Menurut The Kyiv Independent,  beberapa wilayah lain juga menjadi sasaran sepanjang malam, termasuk Tver, Smolensk dan Moskow.

Di Tver, ledakan drone merusak lantai bawah sebuah bangunan tempat tinggal dan melukai tujuh orang, lapor pihak berwenang setempat.

Wali Kota Moskow, Sergei Sobyanin, mengatakan pertahanan udara Rusia mencegat delapan drone yang mendekati ibu kota.

Besarnya kerusakan masih belum jelas, dan Ukraina belum memberikan komentar terkait serangan yang dilaporkan tersebut.

Ukraina berulang kali menggunakan drone jarak jauh buatan dalam negeri, untuk melancarkan serangan terhadap infrastruktur minyak Rusia.

Produksi minyak dan gas Rusia terus menjadi sasaran serangan, karena Kyiv berupaya melumpuhkan sumber pendanaan utama Moskow untuk perang di Ukraina.(P-Jeffry W)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan