Sepanjang 60 km pesisir pantai Rusia tercemar minyak akibat serangan drone Ukraina

Zamir Ambia
Senin, 4 Mei 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 4/5/26 (Jakarta): Kota Tuapse, yang menjadi pelabuhan utama di Krasnodar Krai di wilayah barat daya Rusia, dilaporkan mengalami pencemaran akibat tumpahan minyak usai serangan drone Ukraina menghantam kilang minyak di area tersebut pada Sabtu (2/5/26).


Kepala Distrik Tuapse, Sergei Boyko, menyampaikan, kawasan tersebut sebelumnya sedang mempersiapkan diri untuk menyambut kedatangan wisatawan menjelang musim liburan.

“Musim liburan akan berlangsung. Garis pantai distrik kami sekitar 90 kilometer. Apa yang terjadi di satu pantai tidak akan memengaruhi pantai lainnya. Dan kami akan membersihkan pantai ini pada 1 Juni 2026, dan orang-orang yang datang khusus ke sini tetap akan dapat menggunakannya,” ucap Boyko di saluran Solovyov Live, dikuti dari surat kabar Rusia Kommersant.


Awan asap beracun membumbung di atas kota pesisir Laut Hitam Rusia, Tuapse, setelah serangan terbaru terhadap kilang minyak, sebagaimana terlihat dalam citra satelit yang diambil pada Selasa (28/4/26). (Vantor)

Belum menemukan adanya peningkatan

Mengutip laporan dari kantor berita independen Rusia, Meduza pada Senin (4/5/26), Boyko menyatakan, hingga saat ini otoritas setempat belum menemukan adanya peningkatan jumlah pasien rumah sakit yang tidak wajar pasca insiden tumpahan minyak.

Di sisi lain, seorang ahli ekologi Rusia yang berbicara kepada media investigasi independen Agentstvo mengungkapkan bahwa tumpahan minyak tersebut telah mencemari sekitar 60 kilometer (sekitar 37 mil) garis pantai di sekitar Tuapse. Ia juga menilai upaya pemerintah daerah untuk membersihkan pantai sebelum musim liburan sebagai rencana yang sulit direalisasikan.

Sebagai catatan, sejak pertengahan April 2026, Ukraina dilaporkan telah empat kali melancarkan serangan ke Tuapse dengan menyasar kilang minyak setempat serta terminal laut yang berada dalam satu kawasan terpadu. Serangan-serangan tersebut memicu sejumlah peristiwa “hujan minyak” di wilayah kota, sementara pencemaran juga terdeteksi di aliran sungai dan perairan laut di sekitar area tersebut. (P-Zamir)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan