Lompat ke konten
Selasa, 20 Oktober 2026
Breaking
PerumahanDAERAHCuaca

Semen langka, proyek pembangunan di Sitaro terancam mangkrak

Semuel Muhaling3 menit baca
Bagikan
Kelangkaan semen Tagulandang
KMP Lokongbanua di pelabuhan fery Bitung saat mengangkut logistik dan personil BNPB kala terjadi bencana letusan Gunung Ruang di Tagulandang beberapa tahun lalu. ('Courtesy' Tribun Manado)

PRIORITAS, 23/8/26 (Tagulandang): Pembangunan di Kabupaten Kepulauan Sitaro terancam mangkrak akibat pasokan semen terhenti. Kondisi itu terjadi karena tidak ada kapal feri yang mengangkut kendaraan pengangkut semen. Apalagi, KMP Lokongbanua mengalami gangguan mesin dalam beberapa hari terakhir.

Yetrinecke Lalenoh, warga Desa Mohongsawang, Kecamatan Tagulandang, Sabtu, mengeluhkan kelangkaan semen tersebut. Ia mengatakan proyek renovasi bangunannya sempat terhenti karena sulit mendapatkan bahan bangunan. Menurut Yetrinecke, semen memang masih tersedia, tetapi harganya melonjak hingga Rp20 ribu per zak.

“Ada semen, tapi harganya melonjak hingga dua puluh ribu per zak,” katanya.

Ia mengaku baru mengetahui adanya stok semen di Minanga, Kecamatan Tagulandang Utara. Namun, ia tetap menghadapi kendala transportasi untuk membeli semen di wilayah tersebut akibat ojek tak beroperasi karena tidak ada BBM.

Kelangkaan semen memang semakin terasa. Masyarakat kesulitan mendapatkan BBM. Kondisi tersebut sudah berlangsung sekitar sebulan dan mengganggu aktivitas warga. Bahkan, harga semen per zak kini sama dengan harga BBM jenis Pertalite, yakni sekitar Rp20 ribu.

Transportasi ikut menjadi kendala

Warga juga kesulitan membeli semen di kecamatan tetangga akibat terbatasnya transportasi. Layanan pengendara ojek sulit mereka dapatkan, terutama untuk perjalanan antarkecamatan. Sementara itu, kendaraan roda empat juga tidak mudah ditemukan untuk mengangkut bahan bangunan.

Berdasarkan pantauan Berita Prioritas, kendaraan roda empat di Tagulandang umumnya melayani rute dari desa menuju pusat Kecamatan Tagulandang. Pusat aktivitas tersebut berada di Buhias yang memiliki pasar dan pelabuhan. Namun, kendaraan roda empat belum melayani rute reguler antardesa atau antarkecamatan.

Akibatnya, transportasi umum antardesa dan antarkecamatan lebih banyak mengandalkan pengendara ojek. Selain itu, warga menggunakan kendaraan pribadi roda empat untuk memenuhi kebutuhan mobilitas. Kondisi tersebut semakin sulit karena kelangkaan BBM turut membatasi pergerakan kendaraan.

Situasi semakin rumit karena pemilik angkutan darat antarpulau masih tertahan di Bitung. Sebuah truk hampir penuh membawa semen dan sembako masih tertahan selama beberapa hari. Truk tersebut menunggu kapal penyeberangan menuju Tagulandang untuk mengangkut muatannya.

Truk semen tertahan di Bitung

KMP Lokongbanua yang rutin melayari rute Bitung-Sitaro dua kali seminggu, kini mandek. Kapal penyeberangan milik Pemkab SItaro itu belum dapat melayani penyeberangan karena mengalami gangguan mesin. Selain itu, kondisi cuaca buruk turut memengaruhi aktivitas pelayaran menuju wilayah Sitaro. Akibatnya, distribusi semen dan sejumlah barang kebutuhan masyarakat ikut tersendat.

“Belum ada kapal ke Sitaro, pak. Lokongbanua mengalami gangguan mesin,” kata Hery kepada awak media. Hery merupakan sopir truk yang setiap pekan melakukan perjalanan pergi-pulang Bitung-Tagulandang.

Ia biasanya mengangkut berbagai kebutuhan masyarakat dari Bitung menuju Tagulandang. Namun, gangguan pelayaran membuat truk yang membawa semen dan barang lainnya tertahan. Kondisi itu membuat pasokan bahan bangunan ke Tagulandang semakin terbatas.

"Di dalam truk ini ada seratusan zak semen dan bahan lainnya," Donald Salindeho pemilik truk yang tertahan itu.

Kondisi serupa dialami Yustisia L. Ia mengatakan perlengkapan rumah tangganya sudah tertahan sejak Senin pekan lalu di atas truk milik Hery. Barang tersebut belum dapat diberangkatkan karena belum tersedia kapal menuju Tagulandang.

Warga khawatir kelangkaan terus berlanjut

“Beruntung bukan barang kebutuhan pokok, kecuali perlengkapan rumah tangga,” kata Yustisia.

Meski demikian, kondisi tersebut menunjukkan gangguan transportasi langsung memengaruhi distribusi barang ke Tagulandang. Jika gangguan pelayaran berlangsung lebih lama, masyarakat berpotensi menghadapi kelangkaan berbagai kebutuhan. Selain itu, harga barang juga berisiko terus meningkat karena biaya distribusi semakin tinggi.

Karena itu, masyarakat berharap layanan penyeberangan segera kembali normal. Kelancaran pelayaran penting untuk memastikan pasokan semen, BBM, sembako, dan kebutuhan lainnya. Terlebih, kelancaran distribusi sangat menentukan keberlangsungan pembangunan dan aktivitas ekonomi masyarakat di kepulauan. (P-sm) 

Komentar

Rekomendasi untuk Anda

Pasang iklan Anda di sini

Jangkau pembaca Berita Prioritas melalui salah satu kanal berita paling aktif di wilayah ini.

Email Kami