PRIORITAS, 24/8/26 (Jakarta): Usia mereka rata-rata 20-an hingga 30-an. Tapi sudah memiliki kekayaan fantastis. Dan ledakan industri kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI)-lah yang melahirkan para generasi baru pengusaha dengan aset miliaran keping dolar AS.
Nah, bagaimana cara mereka membelanjakan uangnya yang berlimpah?
Ternyata sebagian dari mereka menghabiskan jutaan dolar untuk membeli properti mewah dan barang langka. Namun yang lainnya memilih hidup sederhana dan menginvestasikan kembali kekayaan mereka ke perusahaan teknologi.
Saat ini, sedikitnya 86 miliarder AI masuk dalam daftar orang terkaya dunia 2026 versi Forbes dengan total kekayaan mencapai US$2,9 triliun. Sebanyak 45 orang di antaranya baru masuk jajaran miliarder dalam setahun terakhir ini.
Dilaporkan, para miliarder tersebut antara lain merupakan pendiri perusahaan pengembang model AI, platform pemrograman, perusahaan penyedia data untuk pelatihan AI, hingga mesin pencari berbasis AI.
Masih berusia 20-an hingga awal 30-an
Adapun pendiri perusahaan teknologi AI yang berusia 20-an hingga awal 30-an juga mendominasi kelompok tersebut. Brendan Foody, Adarsh Hiremath, dan Surya Midha, pendiri Mercor, bahkan menjadi miliarder termuda di dunia yang membangun kekayaannya sendiri. Ketiganya menjadi miliarder setelah Mercor memperoleh pendanaan yang membuat valuasi perusahaan mencapai US$10 miliar.
Di samping mereka, Lucy Guo, salah satu pendiri Scale AI, dan Steven Hao, salah satu pendiri Cognition, juga telah mengumpulkan kekayaan hingga miliaran dolar. Namun, cara para pengusaha muda tersebut menggunakan kekayaannya berbeda-beda.
Misalnya Lucy Guo, membeli sejumlah properti bernilai jutaan dolar dan sebuah jam tangan seharga US$500.000. Di sisi lain, dia mengaku tetap menjalani kehidupan sehari-hari secara hemat.
Sedangkan sejumlah pendiri muda lainnya belum banyak diketahui melakukan pembelian barang mewah. Adapun salah satu pendiri xAI, Yuhuai Wu, dikaitkan dengan salah satu transaksi properti hunian terbesar di kawasan San Francisco Bay Area.
Berdasarkan laporan Reuters pada Juli 2026, pengusaha teknologi yang baru memperoleh kekayaan besar cenderung memiliki pola belanja berbeda dibandingkan orang yang berasal dari keluarga kaya secara turun-temurun. Mereka lebih sedikit menghabiskan uang untuk fesyen mewah dan lebih banyak mengalokasikan kekayaan ke properti, mobil, kapal pesiar, serta pengalaman.
Selanjutnya, berikut sejumlah pengusaha muda yang memperoleh kekayaan besar dari perkembangan industri AI.
Lucy Guo
Adapun Lucy Guo, 31 tahun, memperoleh sebagian besar kekayaannya yang diperkirakan mencapai sekitar US$1 miliar dari kepemilikan saham di Scale AI, perusahaan penyedia data dan infrastruktur untuk melatih serta mengevaluasi model AI.
Ia mendirikan Scale AI bersama Alexandr Wang pada 2016. Dia kemudian meninggalkan perusahaan tersebut pada 2018, tetapi tetap memiliki sekitar 5 persen saham. Nilai kepemilikannya meningkat seiring melonjaknya minat investor terhadap perusahaan AI.
Sesudah meninggalkan Scale AI, Guo mendirikan Passes, platform yang membantu kreator digital memperoleh pendapatan dari audiens mereka.
Kendati telah menjadi miliarder, Guo mengaku tetap menjalani gaya hidup hemat. Dalam wawancara dengan Fortune pada 2025, dia mengatakan masih menggunakan pakaian gratis atau membeli produk murah dari Shein, memanfaatkan promosi makanan beli satu gratis satu, serta menggunakan Honda Civic lama sebagai kendaraan.
Tetapi, Guo juga melakukan sejumlah pembelian bernilai fantastis.
Tercatst Guo pernah membeli jam tangan Audemars Piguet Tourbillon seharga US$500.000 yang dihiasi berlian putih berbentuk baguette. Guo menyebut jam tersebut sebagai karya seni yang dapat diwariskan kepada cucunya.
Lalu portofolio propertinya mencakup kondominium di Miami senilai US$6,7 juta yang dibeli pada 2021 dan rumah bergaya rumah pertanian di Los Angeles seharga US$4,2 juta yang dibeli pada 2024.
Ia juga dikaitkan dengan sebuah mansion di Hollywood Hills senilai US$29,5 juta. Properti tersebut sebelumnya ditawarkan dengan harga US$44 juta.
Di samping properti dan barang mewah, Guo juga menghabiskan uang untuk berbagai pengalaman, termasuk perjalanan menggunakan pesawat pribadi dan pesta besar. Dia pernah menggelar sejumlah acara di sekitar festival musik Coachella dan pesta ulang tahun tahunannya, Lucypalooza, yang dihadiri sejumlah selebritas dan kreator digital.
Brendan Foody, Adarsh Hiremath, dan Surya Midha
Ternyata, ketiga pendiri Mercor tersebut merupakan teman sekelas saat sekolah menengah di San Jose, California. Mereka kemudian berkuliah di universitas yang berbeda sebelum memutuskan keluar dari perguruan tinggi untuk fokus mengembangkan Mercor.
Pada awalnya, Mercor mengembangkan teknologi AI untuk proses perekrutan dan wawancara tenaga kerja. Perusahaan tersebut kemudian memperluas bisnis dengan menyediakan tenaga ahli dan data khusus yang digunakan untuk melatih sistem AI.
Bulan November 2025, Mercor mendapatkan pendanaan US$350 juta yang membuat valuasi perusahaan mencapai US$10 miliar. Dengan kepemilikan masing-masing, kekayaan ketiga pendirinya diperkirakan mencapai sekitar US$2,2 miliar per orang.
Kendati mendadak memiliki kekayaan miliaran dolar, ketiganya mengaku belum banyak menggunakannya untuk membeli barang mewah. Kesibukan mengembangkan perusahaan menjadi salah satu alasannya.
Musalnya Foody mengatakan kepada Forbes bahwa dirinya biasanya meninggalkan kantor sekitar pukul 22.30 dan bekerja enam hari dalam sepekan.
Aravind Srinivas
Pria muda berusia 32 tahun, ini merupakan salah satu pendiri sekaligus CEO Perplexity. Kekayaannya diperkirakan mencapai US$2,1 miliar seiring pesatnya pertumbuhan perusahaan mesin pencari berbasis AI tersebut.
Sebelumnya, ilmuwan komputer kelahiran India itu bekerja sebagai peneliti AI di OpenAI, Google, dan DeepMind sebelum mendirikan Perplexity pada 2022.
Adapun Perplexity mengembangkan mesin pencari berbasis AI yang memberikan jawaban langsung atas pertanyaan pengguna dan menjadi salah satu penantang mesin pencari internet tradisional.
Sedikit berbeda dari sejumlah miliarder AI lainnya, Srinivas tidak dikenal karena pembelian barang mewah. Dia disebut lebih banyak mencurahkan waktunya untuk mengembangkan perusahaan.
Disebuykan, sebagian kekayaannya justru kembali dialokasikan ke sektor teknologi. Srinivas tercatat menjadi investor individu pada sejumlah perusahaan rintisan, termasuk perusahaan AI suara ElevenLabs dan platform musik berbasis AI Suno.
Yuhuai Wu
Sekarang Yuhuai Wu, 31 tahun. Ia merupakan peneliti AI kelahiran China dan salah satu pendiri xAI milik Elon Musk. Wu meninggalkan perusahaan tersebut pada Februari 2026, beberapa hari setelah SpaceX mengakuisisi xAI dalam kesepakatan yang memberikan valuasi sekitar US$250 miliar untuk xAI dan US$1 triliun untuk SpaceX.
Mengenai besaran kekayaan bersih dan kepemilikan saham Wu di xAI tidak diketahui secara terbuka. Namun, Celebrity Net Worth memperkirakan dia berpotensi menjadi miliarder. Dengan valuasi xAI sebesar US$250 miliar, kepemilikan hanya 0,4 persen di perusahaan tersebut sudah setara dengan US$1 miliar.
Tampaknya Wu menggunakan sebagian kekayaannya untuk berinvestasi di sektor properti.
Wu baru-baru ini disebut sebagai pembeli Villa de Verano, kompleks properti seluas sekitar 12 hektare di Hillsborough, salah satu kawasan paling mewah di San Francisco Bay Area, berdasarkan laporan San Francisco Standard.
Tercatat, transaksi pada 6 Agustus tersebut menjadi penjualan properti hunian terbesar di Bay Area sepanjang 2026 pada saat itu.
Adapun properti yang dirancang menyerupai vila di tepi danau Italia tersebut memiliki rumah utama seluas sekitar 12.000 kaki persegi dan rumah tamu seluas 4.600 kaki persegi.
Sementara itu, fasilitasnya antara lain lapangan golf pribadi sembilan lubang, lapangan tenis, putting green, amfiteater luar ruangan berkapasitas 150 orang, serta akuarium air asin berkapasitas 2.100 galon.
Juga kompleks tersebut dilengkapi kolam refleksi, kolam ikan koi, sejumlah lapangan olahraga, serta air mancur yang terinspirasi dari fasilitas di Bellagio Resort, Las Vegas. Sebelumnya, demikian Beritasati.com, Wu juga membeli rumah di Los Altos Hills pada 2025 dengan harga sekitar US$12 juta.
Ya, begitulah secuil para muda miliarder ini, cara belanjanya dan kegemarannya sehari-hari. (P-*/mj)








