PRIORITAS, 9/10/26 (Kuching, Sarawak, Malaysia): Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur terpilih menjadi tuan rumah “3rd Borneo Economic Forum” pada tahun 2027.
Langkah strategis ini memperkuat posisi IKN sebagai motor penggerak ekonomi baru di Borneo (Pulau Kalimantan), sekaligus mempererat kerja sama lintas batas negara.
Pengumuman resmi tersebut disampaikan dalam acara Gala Dinner “2nd Borneo Economic Forum 2026” yang berlangsung di Kuching, Sarawak, Malaysia. Prosesi penyerahan estafet kepemimpinan ditandai dengan penyerahan tongkat penyelenggaraan dari Co-Chair “Borneo Economic Community” (BEC), Arsjad Rasjid, kepada Kepala Otorita IKN (OIKN), Basuki Hadimuljono.
Nusantara, simpul ekonomi baru di jantung Borneo
Kepala OIKN Basuki Hadimuljono menegaskan pentingnya membangun kepercayaan global terhadap Nusantara. Menurutnya, IKN bukan sekadar pusat pemerintahan baru, melainkan simpul pertumbuhan ekonomi hijau yang berada tepat di jantung Pulau Borneo.
"Nusantara diarahkan untuk berkembang sebagai kota hutan cerdas (smart forest city) yang berkelanjutan. Kami membuka peluang kolaborasi dan investasi seluas-luasnya di berbagai sektor," ujar Basuki berdasarkan keterangan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kuching, Jumat (9/10/26), dilansir dari Antara.
Dikatakan, saat ini, pembangunan IKN telah memasuki tahap kedua untuk periode 2025–2029. Pemerintah Indonesia secara aktif mengundang para investor, baik dari kawasan regional Kalimantan maupun mancanegara, untuk menangkap peluang emas ini.
Fokus kerja sama tiga negara di Pulau Borneo
“Borneo Economic Community” (BEC) dirancang sebagai platform inklusif yang dipimpin sektor swasta. Wadah ini mempertemukan kamar dagang, asosiasi industri, perusahaan, hingga komunitas dari tiga negara bertetangga yaitu Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam.
Co-Chair BEC, Arsjad Rasjid, menjelaskan bahwa sinergi lintas batas sangat penting untuk memaksimalkan potensi ekonomi Borneo. Ada empat sektor utama yang menjadi fokus pengembangan ke depan.
Keempatnya adalah mendorong transisi energi hijau di seluruh pulau, membangun infrastruktur transportasi yang menghubungkan tiga negara, mempercepat adopsi teknologi di sektor bisnis dan public, serta mengembangkan rantai nilai regional yang solid.
"Pertumbuhan ekonomi kawasan harus menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat. Hal ini mencakup penciptaan lapangan kerja baru, peningkatan investasi, dan perbaikan kesejahteraan," kata Arsjad.
Dari gagasan menuju proyek konkret
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, mengungkapkan, penyelenggaraan forum kedua “Borneo Economic Forum” di Kuching pada 7–8 Oktober 2026 menunjukkan kemajuan yang signifikan. Diskusi antarnegara kini sudah bergeser dari sekadar pertukaran ide menjadi penjajakan proyek konkret dan identifikasi mitra usaha yang siap mengeksekusi rencana di lapangan.
Disampaikan, penunjukan Nusantara sebagai tuan rumah berikutnya pada 2027 menjadi momentum emas bagi Indonesia. Ajang ini akan menjadi panggung utama untuk memperkenalkan potensi investasi IKN secara langsung kepada para pelaku usaha raksasa di kawasan Borneo.
Basuki menambahkan, melalui pelaksanaan 3rd Borneo Economic Forum 2027, Indonesia berkomitmen mendorong kemitraan yang lebih erat demi mewujudkan Pulau Borneo yang semakin terhubung, kompetitif, dan sejahtera secara inklusif. (P-Ant/ht)








