PRIORITAS, 9/10/26 (Batam): Ancaman racun kabut asap kiriman kian memburuk dan membahayakan keselamatan warga Kota Batam, Kepulauan Riau. Pasalnya, data realtime pada Jumat (9/10/2026) mencatat Indeks Kualitas Udara (AQI) melonjak drastis hingga angka 173.
Tingkat pencemaran udara tersebut secara resmi masuk ke dalam kategori Tidak Sehat bagi seluruh warga.
Konsentrasi partikel berbahaya PM2.5 menyentuh angka 99 µg/m³ dan PM10 mencapai 127 µg/m³ di udara Batam. Mengingat kondisi yang makin mengkhawatirkan ini, penerapan Belajar Dari Rumah (BDR) menjadi opsi paling krusial bagi sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan Minta Sekolah Segera BDR Jika Udara Di Atas 110
Selanjutnya, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepri Andi Agung memberikan kewenangan penuh kepada SMA, SMK, dan SLB. Pihak sekolah diminta tidak ragu menghentikan aktivitas belajar tatap muka demi melindungi kesehatan para siswa.
Kadisdik Kepri Andi Agung menegaskan bahwa sekolah harus terus berkoordinasi dengan BMKG serta Dinas Lingkungan Hidup seperti dilansir dari Antara.
"SE itu tetap berlaku dan belum ada perubahan. Jadi, kalau kualitas udara akibat kabut asap di atas 110, sekolah boleh menerapkan BDR," kata Kepala Disdik Kepri, Andi Agung.
"Kalau kualitas udara sudah tidak sehat, sebaiknya belajar dari rumah. Kabut asap berisiko mengganggu kesehatan warga sekolah," ucapnya.
BMKG Ingatkan Bahaya Kabut Asap Kiriman Dari Karhutla Sumatera dan Kalimantan
Sementara itu, BMKG mengonfirmasi bahwa kabut asap pekat ini berasal dari kebakaran hutan di luar daerah. Penurunan jarak pandang yang tersisa 1 hingga 3 kilometer juga mulai mengganggu operasional penerbangan bandara.
Pihak BMKG meminta warga masyarakat selalu mengenakan masker serta membatasi aktivitas di luar ruangan.
"Wilayah Kepri terindikasi mengalami kabut asap kiriman dampak kebakaran hutan dan lahan dari Pulau Sumatera dan Kalimantan," kata Prakirawan BMKG Tanjungpinang, Rizqi Nur Fitriani.
Oleh sebab itu, kesiapsiagaan sekolah dalam menerapkan skema BDR hari ini sangat menentukan keselamatan anak didik. Langkah cepat pemerintah dan sekolah menjadi kunci utama menekan dampak buruk bencana kabut asap. (P-*Ant/Gio R)








