Lompat ke konten
Jumat, 16 Oktober 2026
Breaking
HEADLINE NEWSPOLKAMTOKOH

Prabowo-Jokowi-SBY duduk sehidangan dalam gelar griya Idulfitri, sinyal soliditas pemimpin bangsa

Johanes Christiaan1 menit baca
Bagikan
prabowo jokowi sby
Hangatnya silaturahmi di Istana: Tokoh bangsa bersatu dalam gelar griya idulfitri Presiden Prabowo. (BPMI Setpres)

PRIORITAS, 22/3/2026 (Jakarta): Suasana kebersamaan dan persatuan bangsa terasa kental dalam gelar griya Idulfitri 1447 Hijriah yang diselenggarakan Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Sabtu (21/03/2026). Momentum ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi tetapi memperlihatkan kebersamaan para pemimpin bangsa.

Kehadiran para tokoh bangsa yang duduk sehidangan dalam satu meja menambah nuansa hangat dan penuh kekeluargaan dalam momen tersebut. Interaksi lintas tokoh ini menjadi simbol kuat persatuan nasional, sekaligus mencerminkan semangat kebersamaan dalam merawat harmoni dan stabilitas Indonesia di tengah beragam dinamika yang dihadapi bangsa.

Dikutip dari keterangan pers Sekretariat Negara, Minggu (22/3/2026) disebutkan, sejumlah tokoh yang hadir dalam gelar griya tersebut, diantaranya Wakil Presiden Gibran Rakabuming, Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, serta Presiden ke-7 Joko Widodo. Kehadiran para tokoh tersebut mencerminkan kesinambungan kepemimpinan nasional yang tetap terjalin erat dalam suasana kekeluargaan.

Selain itu, para ketua lembaga negara serta jajaran menteri Kabinet Merah Putih juga turut hadir dan berbaur dalam suasana hangat di Istana Merdeka. Mereka datang untuk bersilaturahmi langsung dengan Presiden Prabowo, sekaligus merayakan Idulfitri bersama.

Presiden Prabowo tampak menyambut para pejabat negara di Istana Merdeka dengan didampingi putranya, Didit Hediprasetyo. Suasana akrab terlihat ketika Presiden Prabowo berjabat tangan dan berbincang singkat dengan para tamu yang hadir.

Niat pribadi bersilaturahmi

Menariknya, kehadiran para pejabat negara dalam gelar griya ini tidak bersifat wajib. Presiden Prabowo sebelumnya telah mengarahkan agar kegiatan tersebut tidak mewajibkan kehadiran pejabat negara. Oleh karena itu, kehadiran para tokoh dan pejabat negara dalam acara ini sepenuhnya didasari oleh niat pribadi untuk bersilaturahmi dan mempererat hubungan kebangsaan.

Gelar griya Idulfitri tahun ini pun menjadi ruang temu yang sarat makna untuk mempererat tali persaudaraan, merawat harmoni antarpemimpin, serta meneguhkan pesan bahwa persatuan adalah fondasi utama dalam perjalanan bangsa menuju masa depan. (P-*/bwl)

Komentar

Rekomendasi untuk Anda

Pasang iklan Anda di sini

Jangkau pembaca Berita Prioritas melalui salah satu kanal berita paling aktif di wilayah ini.

Email Kami