Lompat ke konten
Jumat, 16 Oktober 2026
Breaking
EKBISNEWS

Muhaimin: Industri Kreatif Indonesia butuh akses lebih luas ke pasar global

Zamir Ambia2 menit baca
Bagikan
images (2)
Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar. (Dok/Fraksi PKB)

PRIORITAS, 6/7/26 (Jakarta): Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, menilai tantangan utama yang dihadapi pelaku industri kreatif Indonesia saat ini bukan lagi menciptakan produk berkualitas, melainkan memperluas akses menuju pasar internasional.

Pernyataan tersebut disampaikan Muhaimin ketika mengunjungi Indonesia Marketplace dalam rangkaian acara Movement Across Time (MASA) Singapore 2026 yang berlangsung di Takashimaya Shopping Centre, Singapura.

"Pemerintah harus mulai fokus membuka akses global untuk brand lokal. Produk Indonesia sudah semakin berkualitas. Yang sering menjadi tantangan justru bagaimana mempertemukan karya-karya terbaik kita dengan pasar, jejaring, dan peluang di tingkat internasional," kata Muhaimin dalam keterangannya di Jakarta, Senin (6/7/26).

Muhaimin menjelaskan, upaya promosi produk Indonesia di pasar internasional selama ini masih banyak mengandalkan pameran yang bersifat temporer. Menurutnya, pelaku usaha memerlukan akses pasar yang berkesinambungan, jaringan bisnis yang luas, serta kemitraan strategis agar mampu memperluas jangkauan ke pasar global.

Ia juga menilai langkah yang diinisiasi Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, melalui kolaborasi dengan MASA menghadirkan pendekatan baru dalam memperkuat dukungan bagi para pelaku ekonomi kreatif Indonesia.

Lewat skema tersebut, pemerintah tidak sekadar membuka kesempatan bagi pelaku usaha untuk mengikuti pameran, tetapi juga mendorong kolaborasi lintas sektor guna menghadirkan merek-merek Indonesia yang telah melalui proses kurasi ke ruang komersial strategis, sekaligus menghubungkannya secara langsung dengan ekosistem pasar global.

"Saya mengapresiasi Bu Irene dan jajaran Kementerian Ekonomi Kreatif yang telah memulai pendekatan baru ini. Yang dibangun bukan sekadar sebuah pameran, tetapi membuka akses. Brand-brand Indonesia dipertemukan dengan buyer, investor, media, hingga pengelola ruang komersial internasional. Nilai tambahnya ada di situ," ucap Muhaimin.

Muhaimin berpandangan, konsep seperti MASA layak diperluas karena mencerminkan bahwa dukungan pemerintah terhadap pelaku usaha tidak selalu harus berbentuk pendanaan atau bantuan langsung. Menurutnya, penyediaan akses pasar, penguatan jejaring, serta mempertemukan pelaku usaha dengan berbagai peluang strategis dapat memberikan manfaat yang lebih berkelanjutan.

"Kalau hanya berpameran, dampaknya sering berhenti ketika acaranya selesai. Tetapi ketika pemerintah mampu membuka akses dan membangun jejaring, manfaatnya akan terus berkembang jauh setelah kegiatan itu berakhir. Inilah cara pemerintah menghadirkan nilai tambah bagi masyarakat," ujarnya. (P-*r/Zamir Ambia)

Komentar

Rekomendasi untuk Anda

Pasang iklan Anda di sini

Jangkau pembaca Berita Prioritas melalui salah satu kanal berita paling aktif di wilayah ini.

Email Kami