Lompat ke konten
Selasa, 20 Oktober 2026
Breaking
Religi

Meriahnya Ibadah Ragam Budaya Minahasa di GPIB Siloam Jakarta Barat: Torang Samua Basudara!

Atmosfer GPIB Siloam Jakarta Barat seperti memindahkan kultur Minahasa ke tanah Betawi.

Jojo Raharjo3 menit baca
Bagikan
Meriahnya Ibadah Ragam Budaya Minahasa di GPIB Siloam Jakarta Barat: Torang Samua Basudara!

PRIORITAS, 20/10/2026 (Manado): Ada suasana berbeda pada Ibadah Minggu di Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Siloam, Jakarta Barat, Minggu, 18 Oktober 2026. Atmosfernya seperti memindahkan kultur Minahasa ke tanah Betawi. Pagi itu, tata ibadah dikemas dalam Ragam Budaya Minahasa, dalam balutan tema ’Torang Samua Basudara: Beragam dalam Budaya, Satu dalam Kristus’.

Pemimpin ibadahnya langsung berdarah Kawanua, yakni Pendeta Johni Tilaar, yang juga dikenal sebagai Sekretaris Dirjen Bimas Kristen Kementerian Agama. Setelah Tarian Kabasaran dengan baju perang khas, jemaat pun melantunkan pujian, rasa syukur, dan doa kepada Opo Wanatas, sebutan warga Minahasa bagi Tuhan Yang Maha Kuasa atas kebaikan, perlindungan, dan berkat bagi kehidupan manusia serta alam semesta.

Johni mendasarkan Firman Tuhan dari Roma 12:4-5, bahwa sama seperti tubuh manusia memilki banyak anggota dengan berbeda fungsi, maka kita semua adalah satu tubuh Kristus, dengan banyak anggota di dalamnya.

”Tanah Minahasa sekarang telah diberkati. Dari yang dulu Alifuru Minahasa -kelompok masyarakat asli Minahasa zaman dulu- masih memegang teguh adat istiadat lama, tradisi leluhur, serta kepercayaan animisme/dinamisme asli, kini telah meninggalkan itu semua dan menjadi pengikut Kristus,” kata John Tilaar, sembari mengisahkan perjuangan Johann Friedrich Riedel dan Johann Gottlieb Schwarz.

Dua misionaris Kristen asal Prusia (Jerman) itu diutus oleh Nederlandsche Zendeling Genootschap (NZG) untuk menyebarkan agama Kristen dan mendirikan lembaga pendidikan di tanah Minahasa, Sulawesi Utara. Kini, makam Riedel ada di Tondano, sementara tempat peristirahatan terakhir Schwarz terletak di Langowan, dua wilayah Kabupaten Minahasa. 

Minahasa merupakan nama dari wilayah tertua di provisi Sulawesi Utara. Penduduknya tersebar di 11 kabupaten dan empat kota Sulut. Minahasa memiliki keragaman budaya, dengan sembilan sub etnis yang dikenal dengan sebutan Pakasaan, yaitu Tonsea, Toulour, Tombulu, Tontemboan, Tonsawang, Pasan, Ponosakan, Bantik, dan Babontehu. 

Tak heran, lagu Kidung Jemaat pun dimodifikasi sedemikian rupa, seperti KJ 425 ’Berkumandang Suara dari Seberang’, dinyanyikan dengan dialeg khas,

”Dapa dengar suara dari seberang, kirim jo to cah’ya...

Banyak jiwa siksa deng do pe dosa, kirim jo to cah’ya...

Kirim jo, itu kabar bae, se sadar orang  berdoa...”

Di antara kemeriahan itu, Sonya Hellen Sinombor termasuk punya kesibukan ekstra, baik di depan maupun di balik layar. Selain sebagai Koordinator Tim Ibadah Ragam Budaya Minahasa GPIB Siloam Jakbar, jurnalis senior Harian Kompas yang juga Ketua Bidang 3 menaungi Komunikasi, Jaringan Internal dan Data Senior Pengurus Nasional Perkumpulan Senior Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PNPS GMKI) ini mempersiapkan dekorasi acara -daun woku yang langsung dibawa dari Sulawesi Utara.

Sonya juga membaca ayat Firman Tuhan, mengisi paduan suara, hingga terlibat dalam pementasan tari lenso dengan lagu ’Maleo Leosan’, menggambarkan kerinduan dan perpisahan melalui lambaian sapu tangan putih kepada kekasih yang berada di atas kapal meninggalkan Pelabuhan Bitung.

”Ya, sebagai anggota jemaat GPIB Siloam yang bergereja di sini cukup lama, tentu saya harus terlibat aktif pada tata ibadah yang secara khusus kali ini mengambil tema budaya Minahasa,” kata Ketua Cabang GMKI Manado 1996-1998 itu. 

Sonya menjelaskan, secara berkala GPIB Siloam menggelar ibadah dengan nuansa adat kedaerahan. Setelah ragam budaya Minahasa, pekan depan berlanjut dengan budaya Batak dan Ambon.

”Kita harus jaga keragaman budaya tradisional dalam pujian dan penyembahan kepada Tuhan. Bagaimanapun, Indonesia ini negara yang kaya secara kultur, serta adat istiadat. Bhinneka Tunggal Ika, beragam cara untuk memuliakan Tuhan kita,” pungkas Sonya.

Komentar

Rekomendasi untuk Anda

Pasang iklan Anda di sini

Jangkau pembaca Berita Prioritas melalui salah satu kanal berita paling aktif di wilayah ini.

Email Kami