PRIORITAS, 27/8/26 (Jakarta): TNI Angkatan Laut (TNI AL) tengah menyiapkan skenario penyambutan militer secara besar-besaran untuk mengawal kedatangan kapal perang ITS Giuseppe Garibaldi, yang nantinya akan resmi berganti nama menjadi KRI Gajah Mada. Kapal induk helikopter tersebut akan mendapatkan pengawalan ketat begitu memasuki wilayah kedaulatan laut Indonesia.
Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal), Laksamana TNI Tunggul, mengonfirmasi bahwa pengawalan akan melibatkan unsur kapal perang permukaan dan armada udara.
"Akan ada pengawalan minimal dua KRI Frigate Indonesia dan pesawat udara Pusat Penerbang AL (Puspenerbal) pada saat memasuki perairan Indonesia, sekaligus unsur udara mencoba on board di Garibaldi," kata Tunggul di Jakarta, Rabu (26/8/26).
Di jalur rawan, dikawal ketat Fregat Italia
Dilansir dari Antara Kamis (27/8/26), sebelum diserahterimakan ke Indonesia, kapal hibah antarpemerintah (G-to-G) tersebut telah bertolak dari Italia pada Senin malam (24/8/26) waktu setempat.
Mengingat rute yang dilewati meliputi kawasan rawan seperti Terusan Suez, Laut Merah, Teluk Aden, hingga Laut Arab, armada tempur Angkatan Laut Italia dikerahkan untuk melakukan pengamanan melekat.
"Selama melintasi Laut Merah-Teluk Aden-Laut Arab akan dikawal oleh beberapa kapal Frigate Italia," tambah Tunggul.
Setibanya di perairan Nusantara, kendali pengawalan akan langsung diambil alih oleh TNI AL untuk menuntun kapal tangguh ini menuju Jakarta sebelum mengikuti upacara seremonial penerimaan.
Akan diresmikan Presiden Prabowo
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Muhammad Ali, menjelaskan bahwa kapal tempur ini diperkirakan akan berlabuh di tanah air antara tanggal 15 hingga 20 September mendatang setelah menempuh perjalanan laut selama lebih dari 20 hari.
Selama proses pelayaran dari Eropa, kapal masih menggunakan nama lambung ITS Giuseppe Garibaldi dan mengibarkan bendera Italia. Proses alih status dan pergantian nama baru akan dilaksanakan secara resmi di Indonesia.
"Tanggal 25 (September 2026) bisa pengukuhan atau pergantian bendera menjadi bendera Indonesia dan penggantian nama dari Garibaldi menjadi Gajah Mada. Rencananya Bapak Presiden (Prabowo Subianto) akan meresmikan. Hadir di on-board di kapal induk Gajah Mada," ungkap Laksamana TNI Muhammad Ali.
Jadi Pangkalan Udara terapung 3 matra TNI
Disebutkan, kehadiran KRI Gajah Mada diproyeksikan akan mendongkrak drastis kemampuan taktis pertahanan Indonesia. Kapal ini, kata Muhammad Ali, dirancang mampu mengoperasikan berbagai jenis helikopter, tidak hanya milik penerbang TNI AL, melainkan juga helikopter milik TNI Angkatan Darat (TNI AD) dan TNI Angkatan Udara (TNI AU).
Sebagai langkah persiapan operasional, TNI AL kini tengah menyusun program pelatihan khusus bagi para pilot helikopter dari ketiga matra agar mereka memiliki kualifikasi tinggi untuk melakukan pendaratan (landing) di atas geladak KRI Gajah Mada. (P-Ant/ht)








