PRIORITAS, 10/10/26 (Morowali): Sebanyak 509 siswa dan mahasiswa magang di PT IMIP,Β Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Mereka berasal dari SMK dan perguruan tinggi di daerah tersebut.
Program ini menjadi salah satu upaya meningkatkan kompetensi generasi muda sekaligus mempersiapkan mereka menghadapi kebutuhan dunia kerja yang semakin dinamis.
HR Operation Head IMIP, Trisno Wasito, mengatakan program magang tersebut mempertemukan dunia pendidikan dengan kebutuhan industri. Melalui pengalaman kerja langsung, peserta diharapkan mampu mengembangkan keterampilan sesuai bidang pendidikan dan posisi yang ditempati.
βPeserta magang di IMIP saat ini berjumlah 509 orang dari kampus dan SMK. Kesesuaian antara latar belakang pendidikan dan kebutuhan posisi menjadi aspek penting,β kata Trisno di Morowali, Sabtu (10/10/2026).
Bukan Sekadar Pengalaman Kerja
Trisno menjelaskan, perkembangan industri pengolahan dan hilirisasi di kawasan IMIP meningkatkan kebutuhan tenaga kerja dengan kompetensi yang sesuai dengan perkembangan teknologi dan proses industri.
Karena itu, peserta magang tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan teknis. Mereka juga perlu menguasai komunikasi, analisis, kerja sama tim, kedisiplinan, serta memahami standar keselamatan kerja.
Menurut Trisno, pengalaman langsung di lingkungan industri dapat membantu peserta memahami tuntutan pekerjaan, budaya kerja, dan standar operasional yang berlaku.
Saat ini, IMIP bersama perusahaan-perusahaan di dalam kawasan menjalankan tiga skema pemagangan. Ketiganya meliputi Magang Hub Kementerian Ketenagakerjaan, Magang Kementerian Perindustrian, serta program magang dan Praktik Kerja Lapangan (PKL).
Ketiga skema tersebut menjadi jalur pembelajaran bagi pelajar dan mahasiswa untuk mengenal lingkungan kerja sekaligus mengembangkan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri.
Tingkatkan Kualitas Pendampingan Magang
IMIP juga berupaya meningkatkan kualitas pelaksanaan program magang melalui penguatan sistem pembelajaran dan pendampingan peserta.
Trisno menegaskan, keberhasilan program tidak hanya diukur dari banyaknya peserta yang diterima. Kualitas pembelajaran selama berada di tempat kerja juga menjadi faktor penting.
Peserta perlu memperoleh tujuan pembelajaran yang jelas, pendampingan yang memadai, tugas sesuai kompetensi, serta evaluasi untuk mengukur perkembangan kemampuan mereka.
Untuk mendukung upaya tersebut, IMIP bekerja sama dengan Politeknik Industri Logam Morowali dan Swiss Skills for Competitiveness (SS4C) menggelar lokakarya penyusunan dokumen Rencana Pelatihan Vokasi (RPV).
Kegiatan itu diikuti 10 pendamping magang dari IMIP. Melalui lokakarya tersebut, para pendamping diharapkan mampu mengidentifikasi dan memetakan kompetensi yang sesuai dengan jabatan serta tugas peserta magang.
Penyusunan RPV juga ditujukan untuk menyelaraskan latar belakang pendidikan peserta dengan kompetensi yang dikembangkan, tugas yang diberikan, proses pendampingan, hingga evaluasi hasil pembelajaran.
Dengan pendekatan tersebut, program magang diharapkan tidak sekadar memberikan pengalaman berada di lingkungan industri, tetapi juga membantu membangun keterampilan dan kesiapan kerja generasi muda. (P-*/Ant/sm)








