PRIORITAS, 10/10/26 (Jakarta): Hukum kehilangan makna bila keadilan hanya dijangkau oleh yang kuat, sedangkan yang kecil harus berjuang sendirian.
Saat pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) Profesional di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (9/10/26) malam, Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) PERADI Profesional Harris Arthur Hedar menyebutkan keteguhan prinsip harus berjalan bersama kepedulian kepada sesama.
"Itu lah sebabnya PERADI Profesional harus hadir di tengah masyarakat," kata Harris, seperti dikutip dari keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu.
Dikatakannya, PERADI Profesional sedang mengemban amanah guna menghadirkan advokat yang tidak hanya memahami hukum, tetapi juga mengerti kesulitan dan harapan masyarakat.
Karena itu, DPN PERADI Profesional telah mengukuhkan pengurus DPD PERADI Profesional dari 13 wilayah se-Sulawesi Selatan, sebagai momentum konsolidasi besar-besaran bagi para advokat di Sulawesi Selatan untuk menegaskan komitmen penegakan hukum yang bersih, profesional, serta berintegritas tinggi.
Dikatakannya, Sulawesi Selatan memiliki warisan keberanian, kehormatan, dan kecendekiawanan. Di sisi lain, dia menekankan pentingnya setiap anggota PERADI Profesional memegang teguh kode etik profesi dan terus mengasah kompetensi di tengah dinamika hukum yang kian kompleks.
Sehingga agenda pengukuhan 13 pengurus DPD PERADI Profesional se-Sulawesi Selatan tersebut menjadi ajang pembuktian bahwa mesin organisasi profesi advokat di daerah terus bergerak aktif.
Selanjutnya Harris menyampaikan hadirnya ratusan praktisi hukum, civitas academica, hingga jajaran pengurus pusat di lokasi pameran komitmen menegaskan PERADI Profesional siap hadir di tengah masyarakat untuk memberikan pendampingan hukum yang adil dan tanpa pandang bulu.
Tak hanya tu, hadirnya jajaran akademisi perguruan tinggi, Seperti Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) Profesor Farida Patittingi, dalam acara diharapkan mampu mengikis jarak antara teori di bangku kuliah dengan praktik penegakan hukum di lapangan.
"Adapun sinergi antara kampus dan organisasi advokat menjadi kunci vital dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) hukum yang tak cuma cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas moral yang kokoh serta keberanian membela kebenaran," ucapnya.
Melalui pelantikan serentak, para pengurus daerah PERADI Profesional se-Sulawesi Selatan kini resmi "tancap gas" menjalankan roda organisasi serta memberikan kontribusi nyata bagi penegakan hukum yang berkeadilan di Bumi Celebes.(P-*/am)








