Harga migas di Eropa melonjak hingga 70 persen akibat konflik Timur Tengah

Zamir Ambia
Rabu, 1 April 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 1/4/26 (Jakarta): Dan Jorgensen, Komisioner Energi Uni Eropa, menyampaikan, sejak pecahnya konflik di kawasan Timur Tengah, harga gas di Uni Eropa melonjak hingga 70 persen, sementara harga minyak turut naik sekitar 60 persen.

“Sejak awal konflik di Timur Tengah terjadi, harga-harga di Uni Eropa mengalami lonjakan 70 persen untuk gas dan 60 persen untuk minyak. Dalam hal finansial, selama 30 hari konflik telah terjadi penambahan 14 miliar euro (sekitar Rp273 triliun) pada tagihan impor bahan bakar fosil Uni Eropa,” ucap Jorgensen saat konferensi pers, Selasa (31/3/26), usai mengikuti konferensi video bersama para menteri energi Uni Eropa.

Pada 28 Februari, Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan terkoordinasi ke sejumlah titik di Iran, termasuk di Teheran, yang mengakibatkan kerusakan serta korban dari kalangan sipil. Sebagai respons, Iran melakukan serangan balasan dengan menargetkan wilayah Israel dan fasilitas militer milik Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Meningkatnya ketegangan di sekitar Iran turut memicu blokade de facto di Selat Hormuz, jalur vital distribusi minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global. Kondisi ini juga berdampak pada penurunan aktivitas ekspor serta produksi minyak di kawasan tersebut.

Kondisi tersebut mendorong lonjakan harga energi di pasar internasional, seiring terganggunya pasokan dari kawasan Teluk yang selama ini menjadi salah satu penyuplai utama dunia. Sejumlah negara pengimpor energi mulai merasakan tekanan, baik dari sisi biaya produksi maupun inflasi domestik yang dipicu kenaikan harga bahan bakar.

Di sisi lain, komunitas internasional mendesak adanya deeskalasi untuk mencegah konflik meluas dan mengganggu stabilitas ekonomi global. Berbagai upaya diplomatik pun mulai diintensifkan guna menjaga keamanan jalur perdagangan energi serta memastikan pasokan tetap terjaga di tengah situasi geopolitik yang semakin tidak menentu. (P-Zamir)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025