PRIORITAS, 4/8/26 (Buntok, Kalteng): Pelaksanaan assessment atau uji kompetensi calon Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Kalimantan Tengah (Kalteng) 2026, menyedot perhatian berbagai pihak.
Uji kompetensi yang diselenggarakan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Barsel itu, diharapkan dilakukan secara objektif dan taat aturan.
Hal itu diungkapkan Koordinator Lembaga Pendidikan Pemantauan dan Pencegahan Korupsi Republik Indonesia (LP3K-RI) wilayah Barsel dan Bartim, Latif Kamaruddin, kepada Beritaprioritas.com di Buntok, Barsel, Selasa (4/8/26).
“Kita masyarakat khususnya di Bumi Dahani Dahanai Tuntung Tulus ini berharap, Panitia Seleksi (Pansel) bekerja secara objektif, selektif, dan taat aturan guna menghasilkan pemimpin birokrasi yang berintegritas,” kata Latif.
Enam figur pejabat terbaik

Koordinator Lembaga Pendidikan Pemantauan dan Pencegahan Korupsi Republik Indonesia (LP3K-RI) wilayah Barito Selatan dan Barito Timur, Kalimantan Tengah, Latif Kamaruddin. (Ist.)
Latif menjelaskan, proses seleksi terbuka ini diikuti enam figur pejabat terbaik di lingkup Pemkab Barsel, yaitu Dr. Ita Minarni, S.T., M.T. (Pj. Sekda Barito Selatan), Ida Safitri, S.P., M.M. (Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan / DKPP), dan Jaya Wardana (Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah / Bapperinda).
Selanjutnya Ahmad Akmal Husaeni, S.S.T.P., M.A. (Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa / PMD), Yuristianti (Kepala Badan Inspektorat), dan Manat Simanjuntak (Kepala Dinas Pendidikan).
Koordinator LP3K-RI wilayah Barsel dan Bartim, Latif Kamaruddin, menilai, seluruh peserta yang berkompetisi merupakan putra-putri terbaik daerah.
“Meskipun demikian saya menggarisbawahi, adanya peserta berlatar belakang lulusan STPDN yang secara keilmuan tata kelola pemerintahan sangat mumpuni, muara penilaian sepenuhnya ada di tangan Pansel,” papar Latif.
Seketaris Daerah itu, lanjut dia, memegang peran vital sebagai Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), ketua pembina kepegawaian, sekaligus ujung tombak segala sektor pembangunan.
“Kami sangat berharap Pansel selektif dalam menentukan siapa yang paling layak. Kita butuh sosok yang memiliki integritas dan dedikasi tinggi demi kemajuan Barsel,” harapnya.
Tolak potensi “Dua Matahari” di birokrasi

Tokoh masyarakat Barito Selatan (Barsel) yang juga mantan anggota DPRD Barsel 3 periode, H. Jarli. (Beritaprioritas.com/Ahmad Arbani)
Atensi senada disampaikan tokoh masyarakat Barito Selatan, H. Jarli. Ia mengingatkan, kecermatan Pansel dalam menilai latar belakang pendidikan, kepangkatan, rekam jejak, serta pengalaman manajerial, sangat penting untuk menjaga kondusivitas tata kelola pemerintahan.
“Pelaksanaan pemilihan harus merujuk pada aturan yang berlaku, jangan sampai ada pelanggaran. Jika Sekda yang dilantik tidak tepat, berpotensi menimbulkan kondisi ‘dua matahari’ atau dualisme kepemimpinan. Ini tentu tidak baik bagi kelancaran roda pemerintahan dan pelayanan masyarakat,” tegas H. Jarli kepada media ini, di Buntok, Selasa (4/8/26).
Mantan anggota DPRD Barsel tiga periode tersebut menambahkan, Sekda definitif terpilih kelak harus berada dalam satu komando dengan Bupati serta mampu bersinergi secara inklusif dengan Forkopimda, DPRD, seluruh OPD, tokoh masyarakat, hingga tokoh agama.
Di sisi lain, H. Jarli turut memberikan apresiasi atas kepemimpinan Pj. Sekda Barsel saat ini, Dr. Ita Minarni, S.T., M.T., yang dinilainya piawai dalam menjaga stabilitas koordinasi birokrasi selama masa transisi.
Menutup pernyataannya, H. Jarli menyampaikan harapan besar kepada Sekda definitif yang akan terpilih nanti.
“Harapan kami secara umum, Sekda yang terpilih nanti adalah sosok yang benar-benar mengabdi untuk Barito Selatan. Harus dekat dengan masyarakat, paham persoalan di lapangan, dan memiliki semangat membangun ‘Bumi Dahani Dahanai Tuntung Tulus’ ini. Tujuannya satu, bagaimana birokrasi bisa melayani dengan cepat, adil, dan mensejahterakan seluruh masyarakat Barito Selatan,” pungkasnya. (P-Ahmad Arbani)