Personel SAR Polri memeriksa kondisi bangunan yang rusak saat melakukan penyisiran di lokasi terdampak gempa bumi di Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (18/8/26) kemarin. Penyisiran dilakukan di sejumlah titik terdampak gempa bumi untuk memastikan tidak ada korban yang masih belum dievakuasi. (Antara/Fikri Yusuf)PRIORITAS, 19/8/26 (Jakarta): Jumlah korban jiwa akibat gempa M 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga berita ini diturunkan bertambah jadi 71 orang.
“Jumlah korban (meninggal dunia) ada bertambah satu orang menjadi 71 yaitu di Kabupaten Nagekeo. Kami segenap pemerintah maupun dari kementerian lembaga yang ada bersama-sama saat ini mengucapkan belasungkawa,” ujar Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Berton Panjaitan menyampaikan dalam konferensi pers secara daring melalui YouTube BNPB, Jakarta Pusat, Rabu (19/8/26).
Di samping data terbaru korban jiwa, Berton juga menyampaikan bantuan logistik yang telah disalurkan pemerintah sejak hari pertama usai gempa tersebut terjadi pada Sabtu (15/8/26) lalu.
Berton menyebutkan, hingga Selasa (18/8/26) pukul 18.00 WIB kemarin, pemerintah telah menyalurkan 398 ton bantuan ke NTT, 165 ton di antaranya dikirim lewat jalur udara.
Hadapi kendala geografis
Meski begitu, jalur darat tetap menjadi moda utama untuk mendistribusikan bantuan dari titik logistik menuju lokasi pengungsian. “Kita perlu pahami bahwa karakter geografis Flores dan kondisi sejumlah ruas jalan yang membuat distribusi ini menjadi pelan karena memang dilakukan secara bertahap,” kata Berton lagi.
Di sampinh kendala geografis, penyaluran bantuan logistik juga bergantung pada kondisi akses jalan dari kecamatan ke titik pengungsian.
Selanjutnya Berton menyebutkan, pemerintah juga mengoptimalkan transportasi laut untuk menjangkau wilayah yang membutuhkan dukungan logistik dalam jumlah besar.
“Pada tanggal 18 Agustus KRI Bung Hatta diberangkatkan dari Pelabuhan Labuan Bajo menuju Pelabuhan Reo di Kabupaten Manggarai membawa paket bantuan Sembako tenda keluarga tenda pengungsi dan seluruh bantuan yang berasal dari masyarakat,” ungkap dia.
Adapun dukungan logistik itu kemudian didistribusikan ke Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Timur. “Akses ke desa-desa tidak mudah dan perlu waktu untuk menjangkaunya karena memang kondisi yang labil dari kondisi jalan maupun kecilnya jalan tersebut,” ujar Berton Panjaitan. (P-*/jr)