Para ahli sebut Hajar Aswad termasuk batu meteor

Armin Mandika
Jumat, 9 Januari 2026
BUDAYA 0 455
2 menit membaca

PRIORITAS, 9/1/26 (Jakarta): Selama ini dikenal sebagai batu yang jatuh dari surga, Hajar Aswad bahkan sudah ada sejak zaman Nabi Ibrahim.  Asal-usul Hajar Aswad yang jatuh dari surga menjadi perhatian para ilmuwan yang mencoba mencari tahu jawabannya secara sains.


Para ahli berpendapat Hajar Aswad masuk sebagai batu meteor atau meteorit. Ada fakta sejarah yang menyebutkan jejak-jejak meteorit dekat Kakbah, tempat Hajar Aswad berada.

Tak hanya itu E. Thomsen dalam studi “New Light on the Origin of the Holy Black Stone of the Ka’ba” (1980), sebagaimana dilansir dari CNBC Indonesia, mengatakan peneliti bernama Philby di Al-Hadidah menemukan kawah tumbukan meteor yang kemudian disebut Wabar pada 1932.

Kawah itu kemudian diukur. Dilaporkan berukuran lebih dari 100 meter, dan beberapa pecahannya ditemukan berada di sekitar kawah dan gurun.


Adapun pecahannya terbentuk dari leburan pasir dan silika yang bercampur dengan nikel. Thompson mengatakan campuran itu akan menampilkan warna putih pada lapisan di dalamnya, bagian luarnya terbungkus dengan cangkang hitam.

Selanjutnya warna hitam pada batuan berasal dari nikel yang didapatkan dari ledakan Nikel serta Ferum (besir) di luar angkasa.

Dijelaskan Thomsen ciri-ciri pecahannya sesuai dengan gambaran Hajar Aswad. Warna putih yang dipancarkan dari Hajar Aswad kemungkinan dari paparan bagian inti campuran zat kimia itu.

Kemudian lapisan warna putih tidak akan tahan lama dan membuatnya berada di bagian bawah lapisan hitam. Jadi pada akhirnya memang hanya tersisa batu dengan warna hitam saja.

Seperti dijelaskan, Hajar Aswad sendiri digambar berwarna putih dan kemudian berubah menjadi hitam karena menyerap dosa manusia.

Terkait dengan bintik putih pada Hajar Aswad adalah sisa kaca dan batu pasir. “Batu meteor itu kemungkinan batu yang sama dengan Hajar Aswad,” kata Thomsen.

Kemudian penelitian lain mencoba menjelaskan usia batuan itu. Disebutkan usianya sama dengan jangkauan pengamatan Arab kuno, dan kemungkinan dibawa ke Makkah lewat Oman.

Tetapi teori Hajar Aswad adalah meteor juga punya kelemahan. Karena batu meteor tidak mengapung, tidak pecah menjadi pecahan kecil, hingga sulit menahan erosi. (P-*r/am)

 

 

 

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan