PRIORITAS, 9/2/26 (Minahasa Utara, Sulut): Bupati Minahasa Utara (Minut), Sulawesi Utara (Sulut), Joune Ganda, menerima investor jaringan hotel internasional ternama, Club Med, di kediamannya, Villa Telaga Rae, Desa Kaima, Kecamatan Kauditan, Minut, Kamis (9/2/26).
Club Med diwakili sejumlah petinggi manajemen perusahaan pengembang PT Cakra Guna Darma Eka dan PT Cakra Kema Development. Diketahui, jaringan bisnis resort kenamaan di dunia itu siap membangun resort standard internasional di Kecamatan Kema dengan investasi mencapat triliunan rupiah.
Ini merupakan investasi ketiga Club Med di Indonesia setelah di Nusa Dua Bali yang berdiri sejak 1986, dan di Bintan, Kepulauan Riau (1997). Menurut rencana, pembangunan resort Clib Med di Minut akan dimulai tahun 2026 ini.
Dalam pertemuan tersebut, dibahas proses investasi sektor pariwisata dan properti yang berada di Kecamatan Kema, khususnya di Desa Waleo dan Desa Makalisung. Pihak perusahaan rencana akan membangun tahap pertama di tahun 2026 dengan luasan area sekitar 50 hektare.
Sebelumnya, pada 2023 lalu, Chairman/CEO Club Med International, Henri Giscard D’ Estaing, telah melakukan pertemuan dengan Bupati Minut Joune Ganda di Manado, tepatnya pada Kamis (24/8/23).
Keesokan harinya, pada Jumat (25/8/23) , dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) oleh Presiden Direktur Paradise Indonesia, Anthony Susilo Prabowo, dan CEO East, South Asia and Pacific (ESAP) Markets of Club Med, Rachael Harding, di Jakarta.
Dalam penelusuran, Club Med atau Club Mediterranee SA yang berkantor pusat di Paris, Prancis, merupakan perusahaan pariwisata terkemuka di dunia, didirikan pada 1950. Club Med berfokus pada resor all-inclusive mewah. Saat ini, Club Med dimiliki Fosun Tourism Group, sebuah perusahaan konglomerat China. Tamu jaringan hotel bernuansa resort ini umumnya adalah pelancong kaya raya dari berbagai negara di dunia.
Antusiasme Club Med

Dalam pertemuan dengan perwakillan Club Med pada Kamis (9/2/26), Bupati Joune Ganda mengatakan, jaringan dan pemilik Club Med sangat menunjukkan antusiasmenya untuk berinvestasi di Minut. Itu terbukti melalui kesiapan menggelontorkan dana dalam jumlah yang besar.
Bupati menambahkan, selain potensi sumber daya alam di lokasi, daya tarik lain yang tidak kalah penting adalah kemudahan dan kecepatan serta profesionalisme sistem perizinan di Minut.
”Sesuai rencana, tahun ini sudah dimulai proses pembangunan Club Med di Minut,” ujar Joune Ganda yang juga menjabat Sekretaris Jenderal (Sekjen) Asosiasi Pemerintahan Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) itu. Ia juga menegaskan siap memberikan pelayanan adminstrasi prima dan keamanan serta kelancaran dalam tahapan pembangunan nanti.
Bupati Joune Ganda juga memastikan investasi triliunan rupiah di Desa Waleo dan Desa Makalisung itu akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi secara signifikan bagi daerah dan masyarakat sekitar lokasi yang memang dalam rencana tata ruang wilayah (RTRW) masuk dalam kawasan pariwisata.
”Dengan adanya pembangunan ini, pastinya menjadi salah satu mega proyek dan investasi sektor pariwisata yang terbesar di kawasan timur, bahkan di Sulut,” tandas Bupati Joune Ganda. Ia meminta masyarakat turut mendukung kegiatan investasi ini.
Dalam pertemuan dengan investor Club Med tersebut, Bupati Joune Ganda didampingi legislator Sulut ,Jeane Laluyan, dan Kadis PUPR Minut Yorry Tintingon. (P-*/dl)








