Veda Ega Pratama, pembalap debutan Indonesia yang siap turun di Kejuaraan Dunia MotoGP 2026 kelas Moto3. Dalam Test Moto3 di Sirkuit Jerez Spanyol, Veda menembus “5 Besar”,, sebuah pencapaian mengesankan seorang pembalap ‘rookie’. (Instagram/@astrahondaracingteam)PRIORITAS, 26/11/25 (Jerez, Spanyol): Veda Ega Pratama yang masuk kategori pembalap rookie alias debutan, tampil menggila dalam Tes Moto3 di Sirkuit Jerez, Spanyol, di hari kedua Selasa (25/11/25) waktu setempat. Pembalap Indonesia yang tergabung dalam Honda Team Asia itu menembus “5 Besar” – sebuah pencapaian menjanjikan bagi seorang pembalap pemula di kelas Moto3 yang akan turun dalam seri MotoGP 2026.
Pembalap muda kelahiran Gunungkidul, Yogyakarta, 23 November 2008 itu, tampil impresif dalam Test Moto3, di mana ia menorehkan laptime tercepat 1:45,432 detik saat sesi tes Moto3 di hari kedua.
Catatan waktu tersebut membuat Veda Ega Pratama lebih cepat dari Brian Uriarte selaku jawara JuniorGP 2025. Hasil ini juga membuat Veda lebih cepat daripada sesi tes di hari pertama dengan 1:46,323 detik.
Pembalap tercepat di hari kedua pengujian kelas Moto3 adalah Joel Kelso dengan catatan 1:44,785, diikuti Adrian Cruces dan Jesus Rios di tiga tercepat.
Hasil Tes Moto3 Jerez di hari kedua, Selasa (25/11/2025):
Pencapaian itu menjanjikan penampilan luar biasa Veda di seri MotoGP 2026 kelas Moto3. Ia akan menggunakan nomor start 9, sama seperti yang digunakan saat balapan di kejuaraan JuniorGP 2025 di mana Veda berada di posisi “10 Besar”.
Apresiasi istimewa FIM
Dalam acara penutupan MotoGP 2025 di Sirkuit Ricardo Tomo di Valencia, Spanyol, 17 November lalu, Veda Ega Pratama, berhasil menorehkan sejarah baru dengan menerima penghargaan bergengsi dari Fédération Internationale de Motocyclisme (FIM), dalam acara FIM MotoGP Awards 2025.
Apresiasi dari FIM ini diberikan atas pencapaian gemilang Veda sebagai runner-up dalam ajang Red Bull Rookies Cup 2025. Prestasi ini mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pembalap muda paling menjanjikan di kancah balap motor dunia. Momen penting ini disaksikan oleh para tokoh penting di dunia balap, termasuk Presiden FIM sendiri.
Acara FIM MotoGP Awards 2025 diselenggarakan pada Senin dini hari WIB, 17 November 2025, setelah seri penutup MotoGP Valencia di Sirkuit Ricardo Tormo. Keberhasilan Veda tidak hanya membanggakan Indonesia, tetapi juga membuka jalan bagi para pembalap muda lainnya untuk bersaing di level tertinggi. Ini adalah langkah maju yang signifikan dalam karier balapnya.
“MotoGP Awards 2025. Sangat terhormat bisa hadir di MotoGP Awards 2025, terima kasih semuanya!” kata Veda di sosmednya, sebagaimana dikutip dari liputan6.com.

Veda Ega Pratama mencatat sejarah sebagai pembalap motor Indonesia pertama yang memenangkan Red Bull MotoGP Rookies Cup 2025. Veda di podium 1 Red Bull Rookies Cup di Sirkuit Mugello, Italia, pada 22 Juni 2025, (Dok. Koleksi Pribadi Juragan 99)
Perjalanan Veda Ega Pratama menuju penghargaan FIM ini diwarnai dengan serangkaian prestasi yang mengesankan. Di Red Bull Rookies Cup 2025, ia berhasil meraih posisi runner-up setelah menunjukkan performa yang konsisten dan luar biasa sepanjang musim. Ini adalah bukti kemampuan adaptasi dan daya saingnya di lintasan balap.
Salah satu momen puncaknya adalah ketika ia mencetak sejarah dengan meraih dua kemenangan (double winner) di Sirkuit Mugello, Italia, pada 21-22 Juni 2025, dalam ajang Red Bull Rookies Cup. Kemenangan ganda ini menunjukkan dominasinya dan kemampuannya untuk bersaing di level tertinggi. Prestasinya di Mugello menjadi sorotan utama.
Sepanjang musim Red Bull Rookies Cup 2025, Veda mengumpulkan total 242 poin yang fantastis. Ia berhasil meraih 6 kemenangan, termasuk double win di Mugello, dan naik podium sebanyak 10 kali. Konsistensinya juga terlihat dari kemampuannya finis di posisi 5 besar sebanyak 13 dari 14 balapan yang diikutinya, sebuah rekor yang impresif.
Sebelumnya, Veda Ega Pratama juga telah menorehkan prestasi gemilang di Asia Talent Cup (ATC) 2023. Ia menjadi pembalap Indonesia pertama yang menjuarai ATC pada tahun 2023, mengunci gelar juara saat meraih kemenangan di Sepang, Malaysia, pada usia 14 tahun.
Veda Ega Pratama yang mulai tertarik pada balap motor sejak usia 4 tahun, terinspirasi dari ayahnya, Sudarmono, yang juga merupakan seorang mantan pembalap. Bakatnya yang alami dan dukungan keluarga menjadi fondasi kuat bagi karir balapnya.
Ia merupakan salah satu talenta terbaik yang dibina oleh Astra Honda Racing Team (AHRT) dan merupakan lulusan dari Astra Honda Racing School. Pembinaan yang terstruktur dan intensif ini telah membentuk Veda menjadi pembalap yang kompetitif. AHRT memiliki peran besar dalam pengembangan bakatnya sejak dini.
Dengan serangkaian prestasi yang telah diraihnya, Veda Ega Pratama akhirnya dipastikan naik kelas ke ajang Moto3 pada musim 2026. Ia bergabung dengan Honda Team Asia, sebuah langkah besar yang semakin mendekatkannya pada impian berlaga di kelas utama MotoGP. (P-*/ht)
No Comments