
Demonstrasi di Iran masih terus terjadi. Hari keduabelas pendemo membakar ban dan memblokir sejumlah jalan. Ribuan toko di hampir semua propinsi di Iran tutup (iranint’l)PRIORITAS, 8/1/26 (Teheran): Aksi protes masyarakat terhadap pemerintah Iran semakin meningkat di hari keduabelas.

Media Iran melaporkan seorang perwira polisi tewas di Teheran dan dua orang demonstran lagi tewas di Lordegan.
Ribuan toko hampir di seluruh Iran tutup karena para pedagang atau pemiliknya turun ke jalan ikut aksi unjukrasa terhadap pemerintah.
Aksi protes dan bentrokan dengan pasukan keamanan terus berlanjut di seluruh Iran, selama 24 jam terakhir, seiring demonstrasi yang dipicu runtuhnya mata uang Iran dan krisis ekonomi yang semakin dalam.

Setidaknya sudah 38 orang tewas dan ratusan lainnya ditangkap sejak kerusuhan dimulai, menurut organisasi hak asasi manusia, seperti dikutip Beritaprioritas.com dari Iran International, hari Kamis (8/1/2026)
Menurut kantor berita Fars Iran seorang petugas polisi berpangkat perwira tewas saat demonstrasi di dekat Teheran di distrik Malard. Ia diduga ditikam saat berupaya memulihkan ketertiban.
Laporan tersebut menyusul pemberitaan media Iran, terdapat dua petugas polisi tewas pada hari Rabu dalam bentrokan di kota Lordegan di bagian barat.
Kantor berita Tasnim mengatakan sekitar 30 orang terluka dalam aksi protes hari itu. Media pro Iran menuduh “perusuh” melempari pasukan keamanan dengan batu.
Turunkan bendera Iran
Iran International berbahasa Persia terus menerbitkan video aksi unjukrasa yang terus meningkat dari dalam Iran.
Salah satu video tampaknya menunjukkan para pengunjuk rasa di Mashhad, kota terbesar kedua di iran dan situs suci Syiah, menurunkan bendera Republik Islam Iran yang besar.
Rekaman lain menunjukkan apa pasukan keamanan menembak ke arah para pengunjuk rasa di kota Kangan di selatan, meskipun belum jelas apakah peluru tajam digunakan.

Dua orang petugas keamanan Iran terlihat menembak dengan senjata karas panjang ke arah pengunjukrasa di kota Kangan, Iran Selatan. (iranint’l)
Video tambahan menunjukkan kebakaran yang tampak terjadi di gedung gubernur di timur laut Iran, teriakan “Matilah Khamenei” dalam protes di kota Ilam di barat, dan demonstrasi besar di Bojnord.
Media pemerintah menuduh para pengunjuk rasa menyerang sebuah masjid dan membakar toko buku yang menjual teks-teks keagamaan.
Sebuah kelompok pengasingan, Iran Human Rights, menerbitkan rekaman dari Bojnord yang menunjukkan para demonstran meneriakkan, “Seorang Iran boleh mati, tetapi tidak akan menerima penghinaan”.
Protes besar-besaran juga pecah di kota pelabuhan Bandar Abbas di selatan.
38 orang tewas
Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia Iran (HRANA) yang berbasis di luar negeri melaporkan sebanyak 38 demonstran tewas.
Pihak berwenang Iran belum menerbitkan jumlah korban resmi, tetapi hanya mengatakan tiga personel keamanan telah tewas.
HRANA juga mengatakan lebih dari 60 demonstran terluka dan 2.076 ditangkap selama kerusuhan tersebut.
Aksi unjukrasa di Iran dipicu krisis ekonomi dan telah menyebar ke 29 dari 31 provinsi.

Para pedagang Iran bergabung dengan masyarakat dan ikut melakukan protes terhadap pemerintah.(wfwitness)
Dukungan warga Iran terhadap pemberontakan nasional meluas. Warga dari puluhan kota lain di Iran juga bergabung dalam aksi mogok.
Ribuan pedagang di puluhan kota lain di Iran menutup toko mereka dan ikun melakukan demonstrasi.
Laporan menyebutkan aksi protes para pedang itu termasuk di wilayah Kurdistan dan provinsi yang dihuni etnis Kurdi, seperti Azerbaijan Timur, Ardabil, Isfahan, Alborz, Bushehr, Teheran, Chaharmahal dan Bakhtiari, Khorasan Razavi, Zanjan, Fars, Kerman, Gilan, Lorestan, Mazandaran, Markazi, dan Hamedan.
Video seruan Pangeran Reza Pahlavi di Instagram untuk meneriakkan slogan protes dari rumah dan di jalanan menentang Republik Islam mencapai 80 juta penayangan pada Kamis pagi, 8 Januari, saat seruan itu disampaikan. (P-Jeffry W)

