
Nova Widianto bakal segera kembali ke Pelatnas PBSI Cipayung. (Foto: Humas PP PBSI)
PRIORITAS, 31/7/26 (Jakarta): Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) tidak lagi memperpanjang kontrak dengan Kepala Pelatih Ganda Campuran Rionny Mainaky dan Asisten Pelatih Amon Sunaryo.

Meski masih menunggu penunjukan kepala pelatih yang baru, PP PBSI memutuskan menjalankan program penggabungan latihan sektor utama dan pratama. Namun informasi yang berkembang yang diterima Beritaprioritas.com, mantan pelatih Peltnas Cipayung Nova Widianto yang melatih di Malaysia bakal mengisi posisi Rionny Mainaky. Nova Widianto resmi mengakhiri masa tugasnya di BAM pada akhir Juli 2026.
“Pergantian pelatih bukan semata-mata melihat hasil pertandingan dalam jangka pendek. Kami melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap proses pembinaan, mulai dari perkembangan atlet, efektivitas program latihan, dinamika pasangan, hingga kesiapan sektor ini menghadapi target-target besar ke depan,” kata Kabid Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Eng Hian dalam keterangan resmi, Kamis (30/7/26) yang dikutip dari Antara.
Apresiasi kepada Rionny dan Sunaryo

Menurut Eng Hian, pihaknya juga mengacu pada target dan KPI yang telah ditetapkan. “Dari hasil evaluasi tersebut, kami menilai perlu adanya penyegaran di jajaran kepelatihan agar sektor ganda campuran memperoleh perspektif baru, terus berkembang, dan mampu menghasilkan prestasi yang lebih optimal,” imbuhnya.
Eng Hian mengapresiasi Rionny Mainaky dan Amon Sunaryo atas dedikasi selama menjadi bagian dari tim Pelatnas PBSI.
“Kontribusi mereka menjadi bagian penting dalam proses pembinaan atlet nasional. Kami mendoakan yang terbaik dan semoga sukses dalam perjalanan karier mereka selanjutnya,” kata Eng Hian.
Rexy Mainaky membenarkan
Sementara itu, Direktur Kepelatihan Ganda Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia (BAM), Rexy Mainaky, membenarkan Nova Widianto kembali ke pelatnas PBSI Cipayung. Nova Widianto akan menjadi pelatih ganda campuran untuk menangani Jafar Hidayatullah dan kawan-kawan, Nova resmi mengakhiri masa tugasnya di BAM pada akhir Juli 2026, setelah itu akan kembali ke pelatnas PBSI per Agustus 2026.
“Memang benar, Nova menerima tawaran dari PBSI. Dia pasti akan dirindukan,” ujar Rexy Mainaky kepada Berita Harian di Malaysia seperti dikutip Okezone, Jumat (31/7/26). Rexy Mainaky mengungkapkan, keputusan Nova meninggalkan BAM bukan hanya soal menerima tawaran dari PBSI saja. Ada faktor lain yakni keluarga yang turut memengaruhi langkah Nova pulang ke Tanah Air.
Lebih lanjut, jelas Rexy, Nova telah menyampaikan rencana kepulangannya sejak menerima tawaran dari PBSI. Saat itu, Nova masih ingin berdiskusi terlebih dahulu dengan keluarganya sebelum mengambil keputusan. Menurutnya, keluarga Nova menilai kesempatan untuk kembali ke PBSI merupakan peluang yang patut diterima. Selain itu, ibunda Nova, Yustina Sutarni, juga mendorong putranya agar kembali ke Indonesia. (P*/wr)

