Sebanyak 1.900 oknum pegawainya terindikasi judol, Mensos: Bahkan ada yang main saat jam kantor

Armin Mandika
Selasa, 11 Agustus 2026
HUKRIM 0 238
2 menit membaca

PRIORITAS, 11/8/26 (Jakarta): Kedisiplinan internal seluruh jajarannya, termasuk menskrining oknum pegawai kementerian yang terindikasi terlibat praktik judi online  (judol), sementara digalakkan oleh Kementerian Sosial


Menurut Menteri Sosial Saifullah Yusuf saat memberikan arahan kepada para pegawai di Gedung Aneka Bakti Kemensos, Jakarta, Selasa (11/8/26), praktik transaksi judi online saat ini mulai menjangkiti para pegawainya sebagaimana merujuk laporan resmi Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

“Masih ada di sekitar teman-teman yang belum disiplin, ada yang masih main judi online, data ini kelihatan banget namanya siapa, mainnya berapa, bahkan ada yang main pada saat jam kantor,” ungkapnya.

Menurutnya, PPATK melaporkan bahwa setidaknya dalam medio 2024-2025 mencatat ada sebanyak 1.900 oknum pegawai kementerian sosial terindikasi terlibat transaksi judol, dengan nilai transaksi keluar mencapai Rp8,6 miliar.


Untuk komposisi oknum pegawai tersebut terdiri atas 1.800 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), 42 PNS/Aparatur Sipil Negara (ASN), serta selebihnya PPPK paruh waktu.

“Sebanyak 97,9 persen dari kelompok PPPK tersebut dipaparkan merupakan pegawai yang baru diangkat pada tahun 2025 dari eks tenaga non-ASN, sehingga temuan ini menjadi evaluasi terhadap saringan integritas pada proses pengangkatan pegawai,” ungkapnya.

Pihak Kementerian Sosial menilai peristiwa tersebut menjadi masalah serius yang tidak hanya berpotensi mengancam kedisiplinan pegawai, tetapi juga integritas – mental pelayanan sehingga harus ditindaklanjuti.

Bahkan Saifullah juga memastikan bahwa Inspektorat Jenderal Kementerian Sosial akan memverifikasi data tersebut, bahkan tidak mungkin memanggil oknum pegawai bersangkutan guna menentukan langkah pembinaan.

“Paling tidak ini bisa jadi cermin buat kita. Kita punya tugas memberikan perlindungan, jaminan, rehabilitasi, dan pemberdayaan sosial sesuai arahan Bapak Presiden, maka kita sendiri harus disiplin,” tegasnya.

Dipihak lain Mensos pun mengajak seluruh jajaran Kemensos untuk tidak melakukan penyimpangan anggaran dan memperkuat komitmen antikorupsi dalam menjalankan tugas pelayanan sosial masyarakat.

“Saya nanti juga akan dikoreksi oleh penerus saya dengan Pak Wamen. Untuk itu Bapak-Ibu sekalian, waktu saya yang lima tahun ini saya ingin bersama teman-teman sekalian ini gandeng tangan bikin prestasi. Lalu naikkan tunjangan kinerja, kita naikkan!. Tukin itu halal itu, halal itu! Hidup Tukin! Hidup Tukin!,” kata Mensos.(P-*/am)

 

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan