Atlet golf Jesslyn Wijaya mengaku tidak diculik, beda dengan pernyataan calon suami

Herling Tumbel
Senin, 3 Agustus 2026
5 menit membaca

PRIORITAS, 3/8/26 (Jakarta): Atlet golf Indonesia, Jesslyn Wijaya Lay, akhirnya bisa dihubungi polisi dari Kepolisian Resor Jakarta Pusat (Polres Jakpus). Ia diketahui sedang berada di Bangkok, Thailand, dan mengaku tidak diculik.


Sebelumnya, Jesslyn dikabarkan diculik, dan pihak kepolisian tidak bisa menghubunginya. Penyidik Polres Jakpus hanya bisa memantau pergerakan yang bersangkutan melalui jalur imigrasi dan manifes penumpang penerbangan.

Tapi akhirnya polisi bisa berkomunuikasi lagsung dengan Jesslyn melalui telepon, bahkan melakukan pemeriksaan secara virtual.

“Penyidik akhirnya berhasil melakukan pemeriksaan secara virtual terhadap Jesslyn yang kini berada di Bangkok,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, Minggu (2/8/26), seperti dilansir Beritaprioritas.com pada Senin (3/8/26).


Di Bangkok sedang liburan

Dalam pemeriksaan oleh penyidik Polres Metro Jakarta Pusat, Jesslyn memastikan kepergiannya ke Bangkok, Thailand, bukan karena paksaan, melainkan atas keinginan pribadi untuk berlibur sekaligus melanjutkan pendidikan.

Roby Heri Saputra menegaskan, Jesslyn mengaku kepergian ke Thailand dilakukan untuk kepentingan pribadi. Jesslyn juga mengakui sempat dibawa dari Jakarta menuju Bangkok melalui rute Semarang dan Malaysia karena adanya persoalan internal keluarga.

“Yang bersangkutan menegaskan tidak ada unsur paksaan maupun kekerasan dalam peristiwa tersebut,” ujar Roby.

Terkait berita heboh tentang penculikan dirinya, mengutip pernyataan Jesslyn, Roby mengatakan bahwa orang-orang yang membawa Jesslyn dari restoran itu merupakan suruhan ibunya.

“Ada orang-orang yang disuruh oleh ibunya, ibunya Jesslyn yang suruh,” kata Roby Heri Saputra.

Setelah itu, Jesslyn dibawa ibunya terbang ke luar negeri. Berdasarkan manifes, Jesslyn terbang menuju ke Malaysia dan Bangkok.

Diuraikan, setelah dari lokasi penjemputan di sebuah restoran di Mangga Besar, Jakarta Pusat, Jesslyn kemudian dibawa ke Semarang. Dari Bandara Ahmad Yani Semarang, ia terbang ke Malaysia, lanjut ke Bangkok. “Itu bersama dengan ibunya dan tantenya,” jelas Roby.

“Bukan penculikan,” ujar Roby, Minggu (2/8/26). Ia mengatakan, Jesslyn dibawa ibu dan tantenya ke Bangkok dan Kuala Lumpur. “Jesslyn ikut ke luar negeri dengan kesadaran sendiri,” ujarnya.

Oleh karena itu polisi menyimpulkan, kasus Jesslyn bukan penculikan. Namun penyelidikan belum dihentikan. “Iya saat ini kami simpulkan bukan perkara penculikan. (Tapi) penyelidikan belum dihentikan, masih direncanakan jadwal gelar (perkara)nya,” ucapnya.

Golfer Jesslyn Wijaya, dilaporkan diculik, ternyata sedang bersama ibu dan tantenya di Bangkok. (Courtesy: Instagram/@jesswijgolf)

Pernyataan berbeda calon suami

Dalam penjelasannya, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, mengatakan, polisi menduga penjemputan paksa terhadap Jesslyn dipicu penolakan keluarga terhadap hubungan asmara Jesslyn dengan calon suaminya, Evan.

Akibatnya, Jesslyn diduga dibawa ke luar negeri agar tidak dapat melangsungkan pernikahan.

Di lain pihak, menurut pengakuan calon suami Jesslyn, Evan, di kantor Komnas Perempuan, persiapan pernikahan mereka sejatinya sudah hampir rampung dan akan dilaksanakan, meski enggan mengungkap waktu pastinya.

“Saya sebagai calon suaminya Jesslyn dan seharusnya memang kami melaksanakan pernikahan dalam waktu dekat, kami sudah membeli gaun dan mendaftarkan pernikahan ke gereja,” ucap Evan.

Evan juga mengatakan, sebelumnya Jesslyn sudah pernah terlibat konflik dengan ibunya. Ia mengungkapkan, pada April hingga Oktober 2025, Jesslyn pernah diisolasi di rumah ibunya sehingga tidak bisa berkomunikasi dengan siapa pun.

“Jadi laporan itu waktu Jesslyn ada di rumah ibunya. Handphone-nya dirampas, laptop-nya disita oleh ibunya, sehingga Jesslyn tidak punya alat komunikasi apa pun untuk berhubungan dengan saya ataupun dengan teman-temannya. iPad juga dirampas, kemudian Jesslyn tidak boleh keluar sendiri tanpa didampingi oleh ibunya,” jelas Evan di Kantor Komnas Perempuan, Jumat.

Menurut Evan, tekanan tersebut membuat Jesslyn kehilangan pekerjaan dan mengalami tekanan psikologis berat. “Sehingga dia depresi sekali dan sudah tiga kali melakukan percobaan bunuh diri karena sudah tidak kuat dengan perlakuan ibunya. Sehingga Jesslyn memutuskan untuk keluar dari rumah dan hidup mandiri (pada Oktober 2025),” tutur Evan.

Pada saat itu, Jesslyn didampingi Evan dan kuasa hukumnya melaporkan dugaan kekerasan yang dialaminya ke Pusat Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) DKI Jakarta serta Komnas Perempuan.

Namun, menurut Evan, laporan tersebut tidak berlanjut dan Jesslyn hanya memperoleh layanan konsultasi psikologis.

Evan berharap Jesslyn dapat kembali memperoleh kebebasannya sebagai perempuan dewasa.

“Saya hanya memperjuangkan hak asasi manusia atas Jesslyn, dan hak Jesslyn sebagai perempuan dewasa yang sudah berumur 32 tahun, agar Jesslyn ini bisa hidup seperti layaknya manusia normal, manusia dewasa hidup di negara Indonesia,” harap Evan.

Lady Golfer pertama juara BNO

Jesslyn Wijaya Lay (kanan) saat menjadi juara ‘Best Nett Overall’ di tahun 2023. Jesslyn menjadi ‘Lady Golfer’ Indonesia pertama yang berhasil menyabet kategori bergengsi tersebut. (Ist,)

Di dunia olahraga golf Indonesia, Jesslyn Wijaya Lay dikenal sebagai salah satu atlet golf putri yang aktif mengikuti berbagai turnamen dan kegiatan di lingkungan klub golf nasional dan internasional.

Salah satu pencapaian fenomenalnya adalah saat menjadi pegolf perempuan atau Lady Golfer pertama Indonesia yang berhasil menjadi juara Best Nett Overall pada turnamen Chemical Golf Club Monthly Tournament, Juni 2023.

Ia juga berasal dari keluarga pengusaha. Jesslyn merupakan putri dari Ponty Wijaya, yang dikenal sebagai salah seorang pengusaha sukses di Indonesia.

Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa Jesslyn memiliki kemampuan yang diperhitungkan di dunia golf nasional. Kemenangan itu juga memperkuat posisinya sebagai salah satu atlet golf putri yang patut diperhitungkan di Indonesia. Konsistensinya dalam berkompetisi membuat namanya semakin dikenal di kalangan komunitas golf nasional. (P-*/ht)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan