Tonton Youtube BP

Pertamina siap garap kilang Modular dan DME, Simon Mantiri: Peluang baru di jalur hilirisasi energi

Wilson Lumi
11 Nov 2025 07:51
2 minutes reading

PRIORITAS, 11/11/2025 (Jakarta): Di tengah upaya besar pemerintah mempercepat hilirisasi dan memperkuat ketahanan energi nasional, Pertamina kembali menunjukkan minat kuat untuk terlibat lebih jauh.

Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menegaskan bahwa perusahaan energi pelat merah itu siap masuk dalam dua proyek strategis: kilang modular dan hilirisasi batu bara menjadi dimetil eter (DME).

Ditemui usai pelantikan anggota Komite BPH Migas di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (10/11/25) kemarin, Simon menyampaikan bahwa Pertamina terus mencermati perkembangan proyek kilang modular—salah satu dari 18 proyek prioritas hilirisasi yang tengah didorong pemerintah.

“Kami masih memantau perkembangannya, tetapi yang pasti kami ingin berpartisipasi,” ujar Simon.

Kilang modular, yang rencananya akan dibangun di berbagai lokasi di Indonesia, dinilai menawarkan peluang efisiensi yang besar. Dengan produksi dilakukan langsung di dekat sumber atau titik distribusi, biaya logistik dan transportasi bisa ditekan signifikan.

“Jika produksi dilakukan di lokasi tersebut, kita tidak perlu biaya transportasi dan lain-lain, sehingga mungkin akan jauh lebih murah,” jelasnya.

Namun, Simon juga tidak menutup mata terhadap tantangan yang menanti, terutama soal suplai minyak mentah (crude) untuk masing-masing kilang. Tantangan logistik ini, katanya, merupakan pekerjaan rumah yang mesti diselesaikan.

“Semua pasti akan kami cari jalan keluarnya,” tegasnya optimistis.

Di luar kilang modular, Pertamina juga menyatakan ketertarikan pada proyek hilirisasi batu bara menjadi DME. Proyek ini disebut potensial untuk mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor LPG—yang selama ini membebani neraca perdagangan energi.

“Seharusnya ikut juga, ya (proyek DME),” kata Simon.

Kilang modular dan DME sama-sama masuk dalam daftar proyek prioritas yang telah diserahkan Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional kepada Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).

18 proyek prioritas

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menegaskan komitmen percepatan hilirisasi dalam rapat terbatas di Istana, Kamis (6/11/25).

Sebanyak 18 proyek yang telah melalui tahap pra-studi kelayakan diperintahkan untuk segera dipacu realisasinya. Nilai totalnya mendekati Rp600 triliun.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia bahkan meyakini proyek-proyek tersebut dapat memicu pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja baru, sekaligus menghadirkan produk-produk yang mampu menekan impor energi.

Dengan ketertarikan Pertamina yang semakin jelas, dua proyek strategis—kilang modular dan DME—kini memasuki babak penting. Bila berjalan mulus, keduanya berpeluang menjadi motor baru dalam transformasi energi Indonesia. (P-bwl)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Video Viral

Terdaftar di Dewan Pers

x
x