Israel bom fasilitas petrokimia penting dan bandara Iran

Jeffry Wuisan
Senin, 6 April 2026
3 menit membaca

PRIORITAS, 6/4/26 (Tel Aviv):  Sebelum tenggat waktu yang ditetapkan Presiden AS, Donald Trump berakhir, Israel menyerang beberapa infrastruktur penting di Iran seperti sejumlah pabrik dan industri petrokimia serta Bandar Udara.”>Israel menyerang beberapa infrastruktur penting di Iran seperti sejumlah pabrik dan industri petrokimia serta Bandar Udara.


Menurut Pasukan Pertahanan Israel (IDF), seperti dikutip Beritaprioritas.com, hari Senin (6/4/26), militer Israel menyerang kompleks petrokimia terbesar Isaluyeh di Iran, yang menjadi salahsatu sumber dana bagi garda revolusi serta bahan senjata serta rudal.

“IDF menyerang dua kompleks petrokimia utama dan terbesar di Iran dan menonaktifkan lebih dari 85% ekspor petrokimia Iran”, kata IDF.

Angkatan Udara Israel dengan pengarahan intelijen dari Aman, menyerang infrastruktur di kompleks petrokimia,  yang bertanggung jawab atas produksi dan ekspor bahan kimia,  untuk pasukan bersenjata termasuk Kementerian Nuklir dan Garda Revolusi, di wilayah Isaluyeh di selatan Iran.


Di situs Isaluyeh itu juga didirikan infrastruktur utama,  yang memproduksi bahan peledak dan bahan pendorong untuk rudal balistik serta alat perang lainnya bagi militer Iran.

Situs ini merupakan pusat penting untuk produksi komponen vital bagi industri rudal rezim Iran.

Hancurnya infrastruktur ini akan mengganggu kemampuan rezim Iran mendapatkan bahan untuk membuat berbagai jenis alat perang,  yang ditujukan menyerang Israel dan negara-negara lain di Timur Tengah.

“IDF memperdalam serangan pada infrastruktur inti produksi alat perang, dengan tujuan menyebabkan kerusakan luas dan berkelanjutan pada kemampuan produksi rezim teror Iran, bersamaan dengan kerusakan ekonomi yang signifikan”, jelas Pasukan Pertahanan Israel.

Serangan Israel tidak hanya menyasar Asaluyeh, tetapi juga pabrik-pabrik dan industri di Tabriz serta Isfahan.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menggambarkan serangan udara terhadap fasilitas petrokimia Iran di Assaluyeh,  sebagai pukulan ekonomi berat bagi Iran senilai puluhan miliar dolar.

“Fasilitas petrokimia Iran itu menyumbang 85 persen dari produksi ekspor petrokimia Iran, telah dinonaktifkan dan tidak dapat dioperasikan akibat serangan Israel”, kata Katz.

Menteri Pertahanan Israel menilai industri petrokimia Iran adalah mesin utama untuk membiayai kegiatan Korps Garda Revolusi Islam dan memperkuat militer Iran.

Serang bandar udara

Hampir berbarengan dengan pengeboman ke pabrik petrokimia, militer Israel juga melakukan serangan besar-besaran di bandara-bandara di Teheran. Israel menghancurkan puluhan pesawat dan helikopter Angkatan Udara Iran.

“Angkatan Udara menyelesaikan misi serangan besar untuk menyerang Angkatan Udara Iran dan Angkatan Udara Garda Revolusi di bandara-bandara di Teheran”, demikian pernyataan IDF.

Ketiga bandara besar yang diserang masing-masing Behram, Mehrabad dan Azmayesh.

Bandara ‘Mehrabad’, yang diserang beberapa kali selama operasi ‘Raungan Singa’, sering digunakan unit ‘Pasukan Quds’ Garda Revolusi.

Bandara ini merupakan pusat utama untuk persenjataan dan pendanaan agen teror rezim di Timur Tengah.

Serangan Israel ini semakin memperdalam kerusakan pada kemampuan udara rezim teror Iran. (P-Jeffry W)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan