
William Luntungan Bersama Tim Orange Bantu Padamkan Api Karhutla di Monumen Kaki Dian Minahasa Utara. (P-SS/portalsulutnew.com) PRIORITAS, 23/09/26 (Airmadidi): Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda kawasan Kaki Dian, Kelurahan Airmadidi Atas, Kabupaten Minahasa Utara, mendapat dukungan dari berbagai unsur masyarakat.

Aktivis lingkungan William Luntungan bersama Tim Orange dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Minahasa Utara ikut turun langsung membantu petugas pemadam kebakaran menangani kobaran api yang menjalar di kawasan kaki Gunung Klabat.
Keterlibatannya dalam bentuk pemberian bantuan memenuhi kebutuhan air bagi armada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Minahasa Utara yang berjibaku mengendalikan api di tengah kondisi lahan kering dan cuaca panas.
William bersama Tim Orange memanfaatkan kendaraan operasional DLH untuk mengangkut persediaan air menuju lokasi kebakaran. Ia menyerahkan dua tandon dengan kapasitas masing-masing sekitar 1,2 ton untuk membantu memasok air ke armada Damkar.

Dengan kapasitas tersebut, satu kali perjalanan dapat membawa sekitar 2,4 ton air. Pola distribusi langsung ke lokasi membuat armada pemadam tidak perlu terlalu sering meninggalkan titik kebakaran untuk melakukan pengisian ulang.
William mengatakan dukungan tersebut merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap petugas yang bekerja di tengah kondisi medan yang cukup sulit.
Menurut dia, keterlibatan masyarakat penting karena penanganan Karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan petugas pemadam, tetapi membutuhkan kerja sama berbagai unsur.
Kebakaran di kawasan Kaki Dian sebelumnya membuat personel gabungan bekerja hingga malam dan pagi hari untuk mengendalikan sejumlah titik api. Kondisi lahan yang kering, angin, serta medan yang terjal menjadi tantangan tersendiri dalam proses pemadaman.
Meski kobaran api telah terkendalikan, Damkar Minahasa Utara masih menempatkan personel di lokasi untuk melakukan pemantauan dan pendinginan. Langkah tersebut untuk mengantisipasi munculnya kembali bara atau titik api baru.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Minahasa Utara, Usman, mengatakan pihaknya belum dapat memastikan seluruh titik api telah padam sepenuhnya. Karena itu, personel tetap disiagakan sambil memantau kondisi kawasan.
Selain Damkar dan DLH, penanganan Karhutla melibatkan BPBD, TNI-Polri, unsur kehutanan, pemerintah kecamatan dan kelurahan, komunitas pencinta alam, masyarakat, relawan, organisasi kemasyarakatan serta sejumlah pihak lainnya.
William juga mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Warga diminta tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah secara sembarangan yang berpotensi memicu meluasnya kebakaran. (P-*/sm)

