
Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, melantik Pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sulawesi Utara Periode 2026–2031 di Wisma Negara Bumi Beringin, Manado, Senin malam (21/09/26). (‘Courtesy’ Pemprov Sulut)PRIORITAS, 23/09/26 (Manado): Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus melantik Pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Utara periode 2026–2031 di Wisma Negara Bumi Beringin, Manado, Senin (21/9/2026) malam.

Pelantikan tersebut menjadi momentum bagi kepengurusan baru FKUB untuk memperkuat peran dalam menjaga kerukunan umat beragama di tengah keberagaman masyarakat Sulawesi Utara. Kepengurusan periode lima tahun tersebut dipimpin Pdt. Thomas Renata Ticonuwu.
Dalam arahannya, Yulius meminta FKUB tidak hanya menjalankan kegiatan yang bersifat formal dan seremonial. Ia berharap, forum tersebut aktif membangun komunikasi di tengah masyarakat serta menjadi ruang dialog ketika muncul persoalan yang berpotensi mengganggu kerukunan.
Yulius menempatkan FKUB sebagai salah satu unsur penting dalam membangun komunikasi antara tokoh agama, pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat. Koordinasi lintas sektor, termasuk dengan FKUB di tingkat kabupaten dan kota, menurutnya perlu penguatan.

Ia juga mengingatkan bahwa kerukunan tidak cukup hanya dalam bentuk penyampaian slogan. Nilai toleransi, saling menghormati, tenggang rasa dan gotong royong perlu terwujud dalam kehidupan sehari-hari dengan berlandaskan falsafah “Torang Samua Basudara.”
Menurut Yulius, FKUB juga perlu memiliki kemampuan merespons berbagai persoalan sosial-keagamaan secara cepat. Penyelesaian persoalan melalui komunikasi dan dialog lintas kelompok kiranya dapat mencegah berkembangnya konflik di tengah masyarakat.
Perhatian khusus juga Silvanus arahkan kepada generasi muda. Yulius mendorong FKUB menjalankan program edukasi toleransi seperti FKUB Go To School dan FKUB Go To Campus untuk memperkenalkan nilai kerukunan kepada pelajar dan mahasiswa.
Langkah tersebut sekaligus, harapannya dapat memperluas ruang dialog lintas agama di kalangan anak muda. Di tengah derasnya arus informasi melalui media sosial, penguatan pemahaman mengenai toleransi menjadi bagian penting dalam menjaga persatuan masyarakat.
Selain kegiatan edukasi, gubernur meminta FKUB ikut memperkuat literasi digital masyarakat. Yulius menyoroti perlunya kewaspadaan terhadap penyebaran hoaks, provokasi dan narasi intoleransi yang dapat menyebar melalui berbagai platform media sosial.<p>Dengan demikian, peran FKUB tidak hanya berkaitan dengan hubungan antarumat beragama secara langsung, tetapi juga dapat berkembang ke ruang digital sebagai bagian dari upaya menjaga suasana sosial tetap kondusif.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menyatakan akan terus membangun sinergi dengan lembaga-lembaga keagamaan dalam menjaga kerukunan dan stabilitas daerah. Dukungan tersebut juga mencakup penguatan kelembagaan FKUB agar dapat menjalankan fungsi koordinasi, dialog dan mediasi secara lebih optimal.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Utara Ulyas Taha menyambut pelantikan kepengurusan baru tersebut. Ia menyatakan kesiapan untuk memperkuat kolaborasi bersama pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya dalam menjaga serta meningkatkan kerukunan umat beragama di Sulawesi Utara.
Pelantikan Pengurus FKUB Sulut periode 2026–2031 pun menandai dimulainya masa kerja kepengurusan baru untuk lima tahun ke depan. Forum tersebut diharapkan menjadi ruang komunikasi lintas agama sekaligus mitra pemerintah dalam merawat toleransi dan kehidupan sosial yang harmonis di Sulawesi Utara. (P-*r/sm)

