Lompat ke konten
Senin, 19 Oktober 2026
Breaking
EKBISHEADLINE NEWSINTERNASIONAL

Testimoni IMF-World Bank: Ekonomi Indonesia cerah

Pertumbuhan ekonomi lebih baik

Jeffrey Rawis2 menit baca
Bagikan
Testimoni IMF-World Bank: Ekonomi Indonesia cerah
Ilustrasi logo World Bank dan IMF. (Courtesy CNBC Indonesia)

PRIORITAS, 19/19/26 (Jakarta): Ada testimoni terbaru tentang perekonomian Indonesia dari lembaga ekonomi dan keuangan dunia. Ya, lembaga internasional ini dalam kesaksiannya mulai melihat prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih baik pada tahun ini.

Lembaga internasional dimaksud, yakni Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund dan Bank Dunia atau World Bank.

Ternyata mereka secara kompak menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk 2026.

Dilaporkan, IMF menaikkan perkiraan pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 5,1 persen pada tahun ini. Hal ini sebagaimana termaktub dalam World Economic Outlook edisi Oktober 2026.

Naik dibanding lapiran April 2026

Angka ini mengalami kenaikan bila dibandingkan dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5 persen dalam World Economic Outlook edisi April 2026.

Kendati begitu, IMF masih mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di level 5,1 persen pada 2027.Β 

Selanjutnya, IMF memperkirakan inflasi juga akan meningkat ke level 3,3 persen pada tahun ini, lebih panas dari perkiraan pada April 2026. Namun, inflasi akan melambat ke level 2,8 persen pada 2027.

Bank Dunia lebih optimis

Pada sisi lain, Bank Dunia lebih optimis dibandingkan dengan IMF. Berdasarkan laporan East Asia and Pacific Economic Update edisi Oktober 2026, Bank Dunia (World Bank) menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 5,2 persen pada 2026.

Adapun angka tersebut lebih tinggi 0,5 poin persentase dibandingkan proyeksi sebelumnya dalam laporan edisi April 2026 yang memperkirakan ekonomi Indonesia hanya tumbuh 4,7 persen pada tahun ini.

Selain itu, oroyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia juga berada di atas rata-rata kawasan Asia Timur dan Pasifik (East Asia and Pacific/EAP) yang diperkirakan tumbuh 4,5 persen pada 2026. Estimasi tersebut naik dari proyeksi edisi April sebesar 4,2 persen.

Sebagaimana CNBC Indonesia melansir, Kawasan EAP dalam laporan Bank Dunia mencakup Kamboja, China, Indonesia, Laos, Malaysia, Mongolia, Myanmar, Papua Nugini, Filipina, Thailand, Timor-Leste, Vietnam, serta negara-negara kepulauan di Pasifik. (P-*/jr)

Komentar

Rekomendasi untuk Anda

Pasang iklan Anda di sini

Jangkau pembaca Berita Prioritas melalui salah satu kanal berita paling aktif di wilayah ini.

Email Kami